iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.
JAMBIUPDATE.CO, MUAROJAMBI - Pemilihan Umum Mahasiswa (Pilmawa) dengan sistem Demokrasi Terpimpin atau keterwakilan yang dilakukan pada 1 Agustus lalu menyisakan persoalan. Bahkan, sejumlah mahasiswa menuntut Wakil Rektor III untuk mundur. 
 
Pasalnya, pemilihan umum yang dilakukan untuk menentukan Ketua Dema I dan Sema I berakhir rusuh, sehingga ditunda. Namun belakangan diketahui, Warek III dalam hal ini Fadila melantik Ketua SEMA I Asad. Hal ini tentu saja membuat sebagian mahasiswa gerah dan melakukan Aksi di depan Rektorat IAIN STS Jambi.
 
Kordinator Aksi Marzuki mengatakan, pemilihan Pilmawa yang dilakukan syarat Trik dan Intrik. Bahkan penuh dengan pelanggaran yang dilakukan oleh Ketua Pansel. Dalam hal ini di katakan Uki, Pansel sudah menunda Pilmawa sebanyak tiga kali tanpa alasan yang jelas.
 
"Ini tentu melanggar draf yang disusun dalam Kongres Mahasiswa atau SUMI" ujar Uki. 
 
Tidak hanya itu, Pansel juga dinilai tidak Independent dan diduga memihak salah satu calon. Menurutnya, Pansel melewati batas fungsinya dengan cara menghapuskan 4 pemilik suara.
"Padahal mereka telah di tetapkan dalam SUMI tapi Pansel menghapuskanya begitu saja, jelas itu bukan fungsi Pansel," tegas Uki. 
 
Dalam tuntutanya Mahasiswa Aksi menuntut untuk membubarkan Pansel, serta men-Drop Out Didi selaku ketua Pansel karena menyebabkan perselisihan dan tidak kondusifnya Kampus.
 
"Kami juga menuntut mundur Warek III karena tidak bisa menjalankan fungsinya dengan benar" tegas Uki lagi. 
 
Uki menegaskan, Warek III harusnya menjadi penengah di dalam konflik yang terjadi. Bukanya menambah konflik yang terjadi dengan hanya mendengarkan sebelah pihak saja.
 
"kami berusaha bertemu bicara dengan Warek III soal pelanggaran Pansel tapi Warek tidak peduli. Selain itu Warek III juga malah melanggar karena melantik SEMA secara Sepihak," ujar UKI. (cok)

Berita Terkait



add images