iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Kesadaran tertib lalu lintas di Jambi, masih kurang. Ini sejalan dengan meningkatnya angka kecelakaan. Bahkan, puluhan korban meninggal dunia per bulannya. Karenanya, operasi zebra yang dilakukan untuk menekan angka pelanggaran. 

Kapolda Jambi, Brigjen Pol Yazid Fanani, Operasi Zebra 2016 yang dilaksanakan sejak 16 hingga 20 November 2016, melibatkan seluruh stakeholder. Anggota polisi, termasuk PU, Dinas Perhubungan, Polisi Militer, Jasa Rahardja dan Pemda. Operasi bertujuan untuk menciptakan kondisi yang tertib, aman, lancar dan tidak ada pelanggaran lalu lintas.

Kita menimalisir korban fatal dan kita menciptakan pengkondisian dalam kegiatan masyarakat utama menjelang pergantian tahun, Jambi dan seluruh jajaran benar-benar aman dan kondusif, ujar Brigjen Pol Yazid Fanani, kepada wartawan.

Kapolda menegaskan, tidak ada target pencapaian tilang dalam operasi Zebra 2016 ini. Targetnya adalah masyarakat Jambi tidak melanggar lalu lintas. Harapannya, tidak ada tilang karena memang tidak ada pelanggaran. Bukan harus menilang banyak-banyak.

Karena memang masyarakat Jambi sudah sadar dan tidak melanggar lalu lintas. Artinya apa, penegakan hukum itu juga berfungsi sebagai edukasi agar pengguna jalan yang lain tidak melakukan pelanggaran tersebut, jelasnya.

Menurutnya, tidak ada titipan denda tilang di tempat. Semua orang yang melanggar ketentuan dan ditilang petugas harus membayar denda tilang ke bank. Ini menjadi salah satu pemasukan negara yang digunakan untuk biaya pembangunan.

Saat ditanya, berapa jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Provinsi Jambi? Kapolda menyebutkan, Hingga saat ini sudah 935 korban yang meninggal dunia. Setiap bulan, 35 hingga 40 pengguna jalan yang meninggal dunia. (pds)


Berita Terkait



add images