JAMBIUPDATE.CO, KUALATUNGKAL Puluhan anak di Tanjab Barat menjadi korban pencabulan selama kurun waktu 2016 ini. Ini diketahui dari data yang diperoleh di kantor BKBPMP Tanjabbar.
Jumlah kasus meningkat jauh jika dibandingkan dengan kasus aduan yang terjadi pada tahun sebelumnya dengan total 28 kasus. Sebagian besar aduan yang masuk merupakan kasus kekerasan dan perlakuan asusila yang menimpa anak usia dibawah umur dengan total 21 kasus aduan.
Kepala Badan KBPMP Tanjabbar, H Mulyadi mengatakan kemungkinan masih ada beberapa kasus yang belum berhasil dicatat lantaran tidak dilaporkan terutama di wilayah pinggiran yang biasanya masih tabu dan belum berfikiran terbuka.
"Bisa saja ada yang tidak diadukan adanya tindak kekerasan," ujar Mulyadi didampingi Kabid Pemberdayaan Perempuan, Ening Rosmayati.
Lebih lanjut, dijelaskan dari total 34 kasus yang telah masuk tersebut, masih didominasi kasus pelecehan seksual terhadap anak dimana untuk kasus kekerasan pada istri atau KDRT hanya berjumlah 13 kasus.
Menyikapi banyaknya kasus ini, pihaknya tidak tinggal diam. Bahkan, menurut Ening Rosmayati, pihaknya juga telah turun ke desa-desa untuk memberikan sosialisasi terutama pemahaman hukum perlindunga terhadap anak dan perempuan.
"kami selalu ke bawah sosialisasi tentang undang- undang. perlindungan anak dan kekerasan dalam rumah tangga. Saat turun kita juga di dampingi oleh advokat yang akan memberikan pengetahuan tentang hukum," sebutnya. (sun)
Sumber: www.jpnn.com
