JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Pada Triwulan I-2017, inflasi Provinsi Jambi tercatat 2,85 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya 4,39 persen (yoy) dan inflasi nasional 3,61 persen (yoy).
Namun demikian, Bank Indonesia Provinsi Jambi memperkirakan Inflasi Provinsi Jambi pada Triwulan II-2017 diperkirakan berada pada kisaran 4,92 persen - 5,42 persen (yoy).
Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Jambi, V Carlusa, mengatakan, angka Inflasi ini melewati batas atas target inflasi nasional 2017 pada kisaran 4 ±1 persen. Kenaikan inflasi pada Triwulan II-2017 utamanya disebabkan dampak lanjutan kenaikan tarif tenaga listrik untuk pelanggan 900 VA.
"Inflasi Kota Jambi pada Triwulan II-2017 diperkirakan berada pada kisaran 4,89 persen - 5,39 persen (yoy) sedangkan inflasi Bungo diperkirakan berada pada kisaran 4,94 persen - 5,44 persen (yoy),"ujarnya.
Lanjutnya, Inflasi Provinsi Jambi pada Triwulan 1 sebesar 2,85 persen (yoy) merupakan komposit dari inflasi Kota Jambi sebesar 2,72 persen (yoy) dan inflasi Kabupaten Bungo sebesar 4,00 persen (yoy).
" Penurunan tingkat inflasi di Kota Jambi utamanya disebabkan oleh inflasi pada kelompok bahan pangan bergejolak (volatile foods) sebesar 0,16 persen (yoy), lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya 6,63 persen ( yoy),"lanjutnya.
Sementara itu, Inflasi tahunan Bungo pada Triwulan I-2017 tercatat 4,00 persen (yoy), lebih tinggi bila dibandingkan inflasi triwulan sebelumnya 3,11 persen (yoy), untuk inflasi triwulanan Bungo pada Triwulan I-2017 tercatat 1,51 persen (qtq), lebih tinggi dibandingkan inflasi triwulanan pada triwulan sebelumnya 1,08 persen (qtq). (yni)
