iklan Wajah Stadion Batakan , Kaltim. Foto : Prokal
Wajah Stadion Batakan , Kaltim. Foto : Prokal

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA Persiapan pelaksanaan Piala Dunia 2022 di Qatar makin banyak masalah, dan membuat gelaran sepak bola empat tahunan terancam batal dilaksanakan di sana.

Pasca-krisis politik yang terjadi di negara teluk itu, Qatar masih diboikot oleh beberapa negara Arab, seperti Bahrain, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, hingga Mesir. Akibatnya keempat negara tersebut melarang warganya untuk bepergian ke Qatar. Maskapai penerbangan Uni Emirat Arab pun telah membatalkan seluruh penerbangannya ke Doha, Qatar.

Boikot yang dilakukan negara Arab ini disebut-sebut akan mempengaruhi persiapan mereka menggelar Piala Dunia 2022.

Penunjukan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 memang sudah kontroversial sejak awal.

Pada 2014 lalu, FIFA menunjuk Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Namun, ada dugaan Qatar telah menyogok organisasi sepakbola dunia itu untuk memenangkan mereka sebagai tuan rumah.

Selain itu, para pekerja stadion mengaku mendapat pelecehan dan dipaksa bekerja tanpa berhenti. FIFA pun juga terkena imbasnya karena ada indikasi korupsi dari para petingginya termasuk mantan presidennya sendiri, Sepp Blatter.

FIFA pun telah merilis pernyataan resmi mengenai status tuan rumah Piala Dunia 2022 yang menurut mereka masih akan membahas terkait segala kemungkinan yang akan terjadi. Nasib penyelenggaraan Piala Dunia pun kembali di ujung tanduk.

Pada saat posisi Qatar semakin diragukan, mungkinkah Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022?

Terkait hal tersebut, Projo akan menggelar diskusi yang akan serius membahasnya pada Rabu (2/8/2017) pukul 12.00 WIB di Jalan Pancoran Timur Raya no 37 Jakarta Selatan. Diskusi dengan tema mewujudkan Piada Dunia 2022 di Indonesa itu akan menghadirkan pembicara seperti wartawan senior Sumohadi Marsis, Yudo Hadiyanto dan Marcel Tambayong.

Diskusi juga menghadirkan puluhan mantan tim nasional, Ketua Paguyuban suporter Timnas Indonesia, Ignasisus Indro, dan Ketua Umum Masrayakat Sepakbola Indonesia (MSBI), Sarman El-Hakim.

Untuk diketahui Kesempatan untuk mengajukan diri dan merebut posisi tuan rumah pernah oba dimanfaatkan Indonesia. Indonesia pernah berminat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Untuk merebutnya Indonesia saat ini memang tengah gencar membangun stadion bertaraf internasional dan renovasi stadion di seluruh pelosok Tanah Air.

Wilayah Balikpapan, Kalimantan Timur, sedang dibangun Stadion Batakan. Stadion ini mempunyai desain yang hampir mirip dengan markas Arsenal, Fly Emirates Stadium. Pembangunannya kini sudah mencapai tahap akhir, dan kemungkinan bisa digunakan klub Persiba Balikpapan pada pertengahan tahun 2017.

Wilayah Sumatera Barat khususnya Kabupaten Pasaman Barat tidak mau ketinggalan. Pemerintah wilayah tersebut akan membangun stadion bertaraf internasional layaknya Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Tak tanggung-tanggung, dana yang dihabiskan mencapai Rp 7 miliar.

Lalu ada Provinsi Riau yang tepatnya berada di Kota Tanjungpinang (Pulau Dompak). Pemerintah di sana sedang membangun Stadion Utama Tanjungpinang dengan kapasitas 40 ribu bertaraf internasional.

Kemudian, ada rencana pembangunan Stadion Bae Kudus di Jawa Tengah, dan Stadion Landak di Kalimantan Barat.

Tak hanya pembangunan stadion oleh pemerintah, arsitek-arsitek andal karya anak bangsa juga mencobanya. Contohnya adalah Jafni Zul Fahmi dan Fikri Izza yang berstatus mahasiswa Institut Tekhnologi Surabaya (ITS).

Mereka berdua merancang pembangunan lima stadion bertaraf internasional untuk mendukung Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia. Mereka merancang Stadion BMW (Jakarta Utara), Mayadenawa Stadium (Bali), Sultan Hasanuddin Sport Complex Stadium (Makassar), Rancangan Djarum Eco Stadium (Semarang), dan Garuda Jaya Stadium (Yogyakarta).

Tak hanya pembangunan, renovasi stadion pun digencarkan. SUGBK yang tengah direnovasi untuk perhelatan Asian Games 2018. Belum lagi renovasi Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Utama Riau (Riau), dan Stadion Harapan Bangsa (Aceh).

Semuanya akan bergabung dengan beberapa stadion bertaraf internasional yang baru dan sudah berdiri gagah, yakni Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (Palembang), Stadion Gelora Bandung Lautan Api (Bandung), Stadion Wibawa Mukti (Cikarang), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), Stadion Patriot (Bekasi), dan Stadion Pakansari (Cibinong). (san/rmol/fajar)


Sumber: www.fajar.co.id

Berita Terkait



add images