JAMBUPDATE.CO, JAMBI- Wasekjen DPP PAN Dipo Ilham Djalil memberikan perhatian lebih terhadap indeks kemiskinan di Indonsia. Pasalnya, selama periode September 2016- Maret 2017 kemarin tingkat kemekianan semakin dalam dan semakin parah.
Kalau berkaca pada data BPS indeks kedalaman kemiskinan pada Maret mencapai 1,83, naik dari September tahun lalu yang hanya 1,74, ujarnya.
Hal ini menurutnya menggambarkan jarak antara pengeluaran penduduk miskin dan garis kemiskinan akan semakin jauh. Sehingga kemiskinan akan semakin sulit untuk dientaskan. Kalau indeks kemiskinan naik, maka tingkat kemiskinan semakin dalam," sebutnya.
Ia menjelaskan, dari data itu terdapat sebanyak 27,77 juta orang penduduk miskin di Indonesia. Maka semua itu perlu mendapatkan perhatian lebih serius dari pemerintah. Kita berharap agar pemerintah mempejari ini. Karena peningkatan ini adalah permasalahan serius, ungkapnya.
Menurutnya, Kemiskinan disebabkan oleh banyak faktor yang berasal dari mana saja. Salah satunya berasal dari kebijakan pemerintah.
Peran pemerintah sangat menentukan, baik dalam membuat masyarakat menjadi miskin. Kebijakan yang kurang tepat dan ketidakberpihakan bisa menjadi penyebab salah satunya, katanya.
Kemudian tingginya angka kemiskinan bisa menimbulkan dampak kependudukan, yaitu ketidakmerataan persebaran penduduk. Karena banyak orang yang datang ke kota-kota besar (urbanisasi) untuk sekedar mengadu nasib.
belum lagi dampak masalah ekonomi, dampak masalah lingkungan dan dampak masalah pendidikan, pungkasnya. (aiz)