JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN - Aksi pemukulan yang terjadi antara Bastari dengan adik ipar mertuanya, Ahmad Yani, yang terjadi Senin malam (31/10) sekitar pukul 18.30 WIB di Desa Bernai, Kecamatan Sarolangun, berbuntut panjang. Keduanya saling lapor ke polisi.
Bastari, yang mengaku sebagai korban penganiayaan oleh adik ipar mertuanya sendiri, saat ditemui menceritakan, kejadian bermula saat dirinya datang ke rumah kakak ipar mertua. Tiba-tiba Ahmad Yani datang sembari marah-marah.
"Kebetulan malam itu, Saya lagi ngobrol- ngobrol dengan abang ipar mertua atas. Kemudian, datang pelaku sambil berteriak menyebut nama Saya. Mana Bastari mana Bastari," ujar Bastari.
Melihat kondisi seperti itu, sambungnya, sang kakak ipar mertua langsung menahan badan agar tidak terjadi perkelahian. Namun pelaku malah memanfaatkan kesempatan memukul.
"Memang kami dilerai, tapi Saya tidak senang dengan perlakuan adik ipar mertua Saya itu. Makanya Saya laporkan ke pihak yang berwajib," terangnya.
Saat disinggung sebab akibat terjadinya perkelahian tersebut, Bastari menduga karna dipicu status Facebook (FB) yang dibuatnya beberapa hari lalu. Dimana dirinya membuat status FB.
"Mulutmu Harimaumu yang akan menerkam dirimu sendiri. Jangan mengurusi urusan orang lain," jelasnya. (hnd)
