JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Jambi kembali mengalami inflasi pada Oktober 2017. Berdasarkan statistic BPS Provinsi Jambi mencatat pada Oktober 2017 Kota Jambi alami inflasi sebesar 0,05 persen dan Muaro Bungo alami inflasi sebesar 0,55 persen.
Indeks harga konsumen Kota Jambi sebesar 127,61 dan indeks harga konsumen Muaro Bungo sebesar 128,69. Inflasi pada oktober di Kota Jambi merupakan inflasi terendah se Sumatera, kata Dadang Hardiwan,S.Si,M.Si Kepala BPS Provinsi Jambi.
Inflasi di Kota Jambi ini dikatakannya dipicu oleh kenaikan indeks harga bahan makanan, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, perumahan, air listrik , gas dan bahan bakar serta kesehatan.
Sementara itu, pada Muaro Bungo kenaikan terjadi pada pengeluaran bahan makanan, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, sandang, kesehatan, pendidikan, rekereasi, olahraga, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.
Dalam pembentukan inflasi Kota Jambi sebesar 0,05 persen tersebu, andil terbesar adalah dari Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,0418 persen, kelokpok perumahan , air, listrik dan gas sebesar 0,0326 persen, dan kelompok kesehatan sebesae 0,02 persen.
Sementara itu, di Muaro Bungo andil terbesar berasal dari bahan makanan sebesar 0,4402 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,09 persen, kelompok sandang sebesar 0,034 persen.
Kalau lihat dari jenis barangnya amak berbeda antara Kota Jambi dan Bungo, kalau kota Jambi andil terbesar dari Cabai Merah maka di Muaro Bungo dari beras, ujar Dadang.
Untuk di kota Jambi, jenis barang yang memebrikan andil terbesar untuk inflasi Oktober yakni cabai merah sebesar 0,19 persen, jeruk sebesar 0,04 persen, bayam sebesar 0,03 persen, dencis sebesar 0,03 persen dan udang basah sebesar 0,03 persen.(yni)
