JAMBIUPDATE.CO, KERINCI Setelah sebelumnya kulit manis, saat ini warga Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh diresahkan dengan aksi pencurian cabai. Para pelaku beraksi di kebun ketika malam hari.
Diduga, aksi pencurian ini karena harga cabai mulai naik. Dari harga Rp 10 ribu perkilo, kini naik Rp 50 ribu perkilonya.
Seperti dikatakan salah satu petani cabai di Kabupaten Kerinci, Kafra Novel. Dimana, hampir 50 kilo cabe miliknya, yang terletak diantara Desa Semurup dengan Desa Siulak yang tidak jauh dari jalan lintas, dibawa kabur pencuri.
"Kalau dihitung-hitung, hampir 50 kilo yang dibawa kabur. Berapo rugi sayo, apo lagi saat ini hargo cabe la mahal," ujar Kafra Novel.
Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (11/11) malam Minggu, disaat ia (Kafra, red) tidak berada di kebun. Untuk mempercepat pencurian, pelaku melakukan pencurian dengan cara mencabut langsung dengan pohonnya, dan ada juga dengan cara dipatahkan ranting.
Hal tersebut baru diketahui Kafra, ketika ia sampai dikebunnya pada Minggu (12/11) pagi. Dimana ia melihat, banyaknya ranting pohon cabai mikiknya sudah terletak ditanah.
"Banyak yang berserakan ditanah, akibat pelaku pencurian mematahkan ranting," ungkapnya. (adi)
