iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Dalam mengembangkan industri pasar modal di Provinsi Jambi  tidak dipungkiri tantangan dan hambatan masih terjadi.  Salah satunya masalah infrastruktur jaringan .

Di Provinsi Jambi,  ketersediaan infrastruktur  jaringan internet memang belum merata keseluruhan  daerah.  Gusti Ngurah,  Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Jambi mengatakan, tantangan yang dihadapi beberapa daerah kesulitan jaringan internet.

"Sekuritas kesulitan mengembangkan dan mengajak berinvestasi di saham kalau daerahnya  belum mendapatkan jaringan internet dengan baik, "terangnya

Ia menambahkan, untuk mengembangkan industri  pasar modal ini tentu syarat utama yakni ketersediaan  jaringan internet yang memadai. 

Pasalnya,  industri pasar modal sangat erat kaitannya dengan teknologi dan internet. "Pasar modal ini kan syarat dengan teknologi informasi. Tapi sekarang dibeberapa daerah masih terkendala soal jaringan," katanya. 

Harapannya, berkembangnya industri pasar modal saat inipun juga mendorong para penyedia  jaringan telekomunikasi untuk membangun infrastruktur  dibeberapa daerah. Hal ini tentunya harus mendapatkan  dukungan dari berbagai pihak terkait.

"Harapannya  kalau jaringan internet semakin lancar maka masyarakat semakin melek dengan informasi pasar modal ini, "ujarnya.

Sementara itu,  dari data Pasar Modal Provinsi Jambi  mencatat junlah investor mengalami kenaikan yang signifikan.  Jumlah investor hingga posisi Juni 2017 sebanyak 4.023 .

"Kalau dari jumlah investor melihat SID nya memang meningkat signifikan. Tapi ini masih  didominasi masyarakat kota,  sedangkan untuk di kabupaten memang  masih sedikit,  salah satu kendalanya adalah jaringan telekomunikasi untuk internet tadi yang masih kurang, "paparnya. (yni)

 


Berita Terkait