JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Investasi bodong di Provinsi Jambi kian marak. Hal ini dipengaruhi karena sifat masyarakat yang ingin cepat mendapatkan uang, namun tidak ingin usaha lebih.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi selalu mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran dan iming-iming investasi dengan keuntungan yang tinggi.
Istilahnya itu banyak masyarakat yang ingin cepat kaya, tapi nggak mau usaha, nggak mau capek inilah yang kemudian peluangnya ditangkap oleh oknum investasi bodong tersebut, terang Endang Nuryadin, Kepala Kantor OJK Provinsi Jambi.
Ia menyebutkan, tidak masuk akal jika ada lembaga investasi yang menjanjikan keuntungan besar kepada nasabahnya, bahkan hingga 20 persen sebulan. Kata Endang, tidak ada investasi yang tidak beresiko, semakin besar keuntungan maka semakin besar pula resikonya.
Ingat besar keuntungan besar juga resikonya, sebutnya. Ia mengingatkan, kepada masyarakat agar berhati-hati dengan investasi bodong. Pasalnya, investasi ini sudah masuk ke semua kalangan masyarakat mulai dari perkotaan hingga perdesaan.
Masyarakat dimintanya untuk selalu waspada dari tawaran keuntungan yang besar tanpa harus berbuat apa apa. Selain itu, budaya masyarakat yang ingin cepat kaya namun tidak ingin berjuang harus dibuang dari sekarang. Sebab budaya seperti itulah yang menjadi sasaran oknum lembaga investasi bodong tersebut.
Nah itu tadi, karena ada permintaan masyarakat makanya peluang investasi bodong semakin besar, tegasnya. (yni)