JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Pada Triwulan I 2018, harga Batubara diperkirakan masih akan melaju positif seiring pulihnya ekonomi negara importir utama batu bara seperti Tiongkok.
Kepala Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi, Bayu Martanto mengatakan, dalam kajian ekonomi Regional Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi menyebutkan, kebijakan pemerintah Tiongkok terkait larangan impor batu bara belum sepenuhnya akan diterapkan pada tahun ini, sehingga diperkirakan tidak akan berpengaruh signifikan terhadap pergerakan harga batu bara internasional.
Dalam jangka panjang proyek 6.990 MW dari PLN juga memberikan sentiment positif sehingga akan meningkatkan permintaan batu bara pada tahun 2018 dari sisi domestic, katanya.
Hal ini lanjutnya, sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menargetkan realisasi pemanfaatan batu bara dalam negeri pada tahun 2018 sebesar Rp 114 juta ton seiring meningkatnya permintaan untuk bahan bakar PLTU mulut tambang.
Prospek harga minyak di pasar internasional juga masih akan cukup baik kedepan, ditopang oleh menguatnya permintaan seiring dengan outlook pertumbuhan ekonomi dunia yang positif.
Produksi minyak harian juga relative terjaga menyusul kesepakatan OPEC dan Rusia untuk memerpanjang kesepakatan produksi hingga akhir tahun 2018, jelasnya.
Harga kmoditas batu bara yang menunjukan perbaikan dan mencapai rata-rata USD 58,28/MT pada triwulan IV 2017 , atau meningkat 9,94 persen (qtq) dibandingkan dengan harga rata-rata Triwulan III 2017 sebesar USD 53,01/MT. (yni)
