JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Penahanan Ketua DPW PAN Provinsi Jambi Zumi Zola oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi pukulan keras untuk partai berlambang matahari biru. Soalnya, partai ini tengah menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 dan persiapan Pemilhan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.
Pengamat politik, Jafar Ahmad menilai penahanan terhadap Zumi Zola secara langsung ataupun tidak berdampak akan terhadap PAN. Karena Zola selaku tokoh cukup populer dan menjadi fenomena, salah satunya di Pemilihan Gubernur 2015 lalu.
"Jika ada yang bertanya apakah berpengaruh, pasti berpengaruh terhadap partai. Karena di Indonesia ini hampir tidak mengenal loyalis partai. Kader itu terkoneksi dengan tokoh dan simbol di partai," ujarnya.
Menurutnya, jika tokoh ataupun orang populer di partai bermasalah, maka orang tidak memiliki pegangan terhadap partai tersebut. Sehingga ada kemungkinan pemilih PAN akan berkurang karena rentetan peristiwa yang mendera partai.
"Kalau dulu hampir bisa dipastikan pemilih Zola itu memilih PAN, tapi sekarang tentu ada semacam keraguan yang terjadi," katanya.
Tidakkah PAN memiliki banyak tokoh populer seperti Masnah, Romi Hariyanto dan Maahuri? Peneliti Idea Institute ini menyebutkan jika ketokohan dan popularitas pemimpin daerah itu belum bisa dibandingkan dengan Zumi Zola. Karena para tokoh itu belum tentu bisa menggerakkan mesin partai untuk daerah lainnya.
"Kalau di Muaro Jambi mungkin amanah bisa, begitu juga Romi di Tanjabtim dan Mashuri di Bungo. Tapi apakah di daerah lain seperti itu, mereka belum tentu bisa berbuat banyak di Batanghari, Sarolangun, Tebo maupun Kota Jambi," sebutnya.
Kemampuan pengelolaan itu berbeda dengan Zumi Zola yang menjadi tokoh sentral yang sangat populer. Apalagi Zola memiliki modal besar, seperti sosial, jaringan, ekonomi maupun simbolik.
"Betul jika Masnah, Romi dan Mashuri itu kuat, tapi kekuatan mereka itu belum teruji seperti kuatnya kelompok Nurdin dengan Zumi Zola sebagai simbolnya," pungkasnya. (aiz)
