iklan Muswil DPW PAN Provinsi Jambi beberapa waktu lalu
Muswil DPW PAN Provinsi Jambi beberapa waktu lalu

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPW PAN Provinsi Jambi telah ditunjuk Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Anggota DPR RI, H. Bakri ditunjuk penganti Zumi Zola yang dinonaktifkan sementara setelah penahanan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Dengan ditunjuknya pelaksana tugas, artinya bakal ada Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub) di partai  berlambang matahari biru. Ketua defenitif sudah harus terbentuk agar roda organisasi tetap berjalan.

Apalagi PAN tengah dihadapkan dengan sejumlah hajatan politik dari Pilkada 2018 hingga Pemilu 2019. Ditambah lagi di Pilkada tahun ini, tiga kader partai bertarung di Kota Jambi, Kerinci dan Merangin.

Lalu siapa yang dipercayakan mengemban tugas tersebut? Jika melihat dari rekam jejak, PAN Jambi memilki sejumlah kader potensial. Selain nama Bakri sendiri, terdapat pula Romi Hariyanto, Mahili, Masnah Busro, Bambang Bayu Suseno dan Mashuri.

Bakri memilki peluang besar. Selain  merupakan anggota DPR RI, kontribusinya di partai juga tidak bisa diragukan lagi. Ditambah lagi Bakhri memiliki kedekatan dengan sejumlah petinggi PAN, termasuk Zulkifli Nurdin.

Namun Romi Hariyanto, Masnah Busro, Mahili dan Bambang Bayu Suseno serta Mashuri yang masing-masing tengah menjabat sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Muaro Jambi dan Bungo juga cukup pantas. Terutama Romi Hariyanto yang secara emosional memiliki kedekatan dengan keluarga Nurdin.

Ada juga nama Muhammad Sum Indra yang berpotensi menajdi kuda hitam partai yang diketuai Zulkifli Hasan (Zulhas). Disamping namanya tenar dan populer, Mantan Ketua DPD PAN Kota Jambi merupakan bagian dari keluarga Nurdin.

Sekjen DPP PAN, Edi Suparno tidak menampik akan digelarnya Muswilub tersebut. Menurutnya, Muswilub penting agar terpilih ketua defenitif. "Nanti akan kita laksanakan Muswilub," ujarnya, Kamis (12/4) kemarin.

Hanya saja, Muswilub itu dilakukan setelah kondisi internal diselesaikan pelaksana tugas. Salah satunya penguatan struktural partai disemua tingkatan. " Muswilub pasca konsolidasi internal partai di Jambi," katanya lagi.

Plt Ketua DPW PAN, Bakri enggan menanggapi jauh persoalan Muswilub yang memang sudah direncanakan DPP. Menurutnya, tugas utama saat ini adalah melakukan konsolidasi internal seperti yang diamanatkan pada rapat di pusat. "Belum (Muswilub, red). Kita bicara konsolidasi internal dulu," kata Bakri mengelak.

Bakri mengatakan jika tugas terpenting adalah menjalankan roda organisasi dan melakukan konsolidasi. Karena dalam waktu dekat ini akan ada pelaksaan Pilkada. "Bagaimana mensukseskan Pilkada, calon yang kita usung bisa menang dan persiapan untuk Pileg," ungkapnya.

Sebagai plt, dirinya menjalankan tugas seperti apa yang telah direncanakan pengurus sebelumnya. Itu dikarenakan Ketua DPW, Zumi Zola tengah fokus menghadapi persoalan hukum. "Jika ada perkembangan tentunya saya kabari. Yang jelas kita menjalankan apa yang sudah ada," terangnya.

Sementara itu, pengamat politik Jafar Ahmad melihat akan ada dinamika politik diinternal PAN dengan dinonaktifkannya Zumi Zola. Menuutnya, dalam kondisi ini Zulkifli Nurdin sekalu tokoh besar harus bergerak jika ingin menyelamatkan partai.

Terlebih lagi jika dirinya ingin tetap mempertahankan trah keluaraga Nurdin untuk tetap memiliki pengaruh di dunia politik. Zulkifli Nurdin harus bisa mengontrol orang-orang kepercayaannya bisa mengontrol PAN. Kalau ingin trah Nurdin memiliki pengaruh di politik, khususnya di Jambi, maka ia harus segera memastikan orangnya bisa mengamankan PAN, katanya.

Jika itu tidak bisa dilakukan Zulkifli Nurdin dan memilih untuk lepas tangan, maka akan terbentuk jaringan baru di PAN. Menurutnya, bisa saja Romi yang dipasangkan meskipun dirinya bukan cucu dari Nurdin Hamzah. Mereka memang sangat dekat dan pernah bersama, tapi itu akan beda jika Romi dengan Zola. Begitukan dengan Zola dan Sum Indra, katanya.

Tidak bisa dipungkiri akan muncul anggapan trah Nurdin sudah habis meskipun keluaraga itu menjadi simbol PAN selema ini. Jika tidak, PAN akan menjadi PAN yang baru, ucapnya.

Hanya saja, peneliti Idea Institute ini untuk mengangkat citra PAN popularitas para pemimpin daerah itu belum bisa dibandingkan dengan Zumi Zola. Karena para tokoh itu belum tentu bisa menggerakkan mesin partai untuk daerah lainnya. "Kalau di Muaro Jambi mungkin Masnah bisa, begitu juga Romi di Tanjabtim dan Mashuri di Bungo. Tapi apakah di daerah lain seperti itu, mereka belum tentu bisa berbuat banyak di Batanghari, Sarolangun, Tebo maupun Kota Jambi," sebutnya.

Kemampuan pengelolaan itu berbeda dengan Zumi Zola yang menjadi tokoh sentral yang sangat populer. Apalagi Zola memiliki modal besar, seperti sosial, jaringan, ekonomi maupun simbolik.

"Betul jika Masnah, Romi dan Mashuri itu kuat, tapi kekuatan mereka itu belum teruji seperti kuatnya kelompok Nurdin dengan Zumi Zola sebagai simbolnya," pungkasnya. (aiz)

 


Berita Terkait