JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Pemuktahiran data pemilih untuk pemilihan umum (Pemilu) 2019 dilakukan serentak Selasa (17/4) kemarin. Di Provinsi Jambi, pemuktahiran dilakukan serentak di 8 Kabupaten/Kota dengan diawali apel siaga yang dipusatkan Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar).

Komisioner KPU Provinsi Jambi, M. Sanusi mengatakan apel siaga merupakan bentuk kesiapan penyelenggara melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih. Dalam pemuktahiran, pihaknya menurunkan 7 ribuan panitia pendaftaran pemilih (Pantarlih).

Apel siaga kita pusatkan di Tanjabbar. Ada 7.399 Pantarlih yang turun di secara serentak melaksanakan coklit di delapan Kabupaten/Kota, ujarnya.

Sanusi menyebutkan, ribuan Pantarlih ini menargetkan coklit sebanyak 36.995 pemilih pada hari pertama. Sasarannya yakni kepala keluarga di bumi sepucuk Jambi sembilan lurah. Hari pertama ini target coklit kita kepala keluarga. Alhamdulillah hasilnya sangat bagus, ungkapnya.

Sanusi menjelaskan, Coklit ini dilakukan dari 17 April hingga 17 Mei mendatang. Artinya, Pantarlih akan bekerja selama satu bulan kedepan. Kita yakin satu bulan kedepan, pemuktahiran ini bisa maksimal, jelasnya.

Proses coklat sendiri, kata Sanusi, secara keseluruhan dilakukan 133 Kabupaten/Kota. Kemudian 130 kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. "Jadi ini merupakan coklit se Dunia. Dilakukan di dalam dan luar negeri," ucapnya.

Bagaimana dengan Kerinci, Merangin dan Kota Jambi? Sanusi menjelaskan tiga daerah yang menggelar Pilkada ini tidak lagi melakukan pendataan. Ini dikarenakan Coklit yang dilakukan pada untuk Pilkada masih relevan dan tidak mengalami perubahan.

Tiga daerah ini tidak lagi melakukan pemuktahiran. Tapi cukup kembali melakukan pleno, pungkasnya. (aiz)


Komentar

Rekomendasi




add images