Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Harga TBS masih terus fluktuatif. Meski pekan ini mengalami kenaikan namun tak begitu signifikan. Pada awal Ramadhan kemarin, harga TBS sempat menurun. 

Roy Asnawi, Ketua Apkasindo Provinsi Jambi mengatakan, berdasarkan penetapan harga TBS kelapa sawit periode 25 Mei sampai 31 Mei 2018, mengalami kenaikan Rp 2. Kanaikan harga ini masih bisa dibilang relatif stabil karena permintaan CPO juga stabil.

"Naik 2 rupiah,  dan panen TBS ditingkat petani mulai bergerak naik tetapi tidak secara menyeluruh," ungkapnya.

Berdasarkan penetapan harga TBS Provinsi Jambi periode 25 Mei 2018 hingga 31 Mei 2018 tercatat untuk usia tanam tiga dihargai Rp 1.350/kg, untuk TBS kelapa sawit usia tanam empat tahun dihargai Rp 1.438/kg, untuk harga TBS Kelapa Sawit usia tanam lima tahun Rp 1.505/kg, lalu untuk harga TBS kelapa sawit usia tanam enam tahun Rp 1.568/kg.

Selanjutnya, untuk harga TBS kelapa sawit usia tanam tujuh tahun dihargai Rp 1.607/kg. Lalu untuk TBS Kelapa Sawit usia tanam delapan tahun Rp 1.641/kg, dan untuk harga TBS kelapa sawit usia tanam sembilan tahun dihargai Rp 1.674/kg.

"Kemudian untuk harga TBS kelapa sawit usia tanam 10-20 tahun dihargai Rp 1.725/kg, sedangkan untuk harga TBS kelapa sawit usia tanam 21-24 tahun Rp 1.673/kg, terakhir untuk harga TBS usia tanam 25 tahun dihargai Rp 1.596/kg," jelasnya.

Sementara itu,  untuk harga CPO Rp 7.538/kg dengan kenel seharga Rp 5.377/kg serta indeks K 89,28 persen. Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi juga mengakui bahwa harga TBS kelapa sawit mengalmi kenaikan.  Namun begitu,  kenaikan tersebut hal yang biasa terjadi di pasar Eropa. 

"Kalo masih naik beberapa rupiah itu namanya masih fluktuatif,  belum tergolong signifikan.  Meski begitu, petani kita juga ikut senang dengan kenaikan ini," pungkasnya. (yni)


Komentar

Rekomendasi




add images