iklan Petugas Polres Kerinci saat sedang bermediasi dengan guru di MAN Pentagen.
Petugas Polres Kerinci saat sedang bermediasi dengan guru di MAN Pentagen.

JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Hingga Selasa (07/08), sudah terhitung delapan hari kejadian kerusuhan antara Desa Seleman dengan Pendung Talang Genting, Kecamatan Danau Kerinci, pada Senin (30/7) lalu. 

Dampak dari kejadian tersebut, tidak hanya menyisakan trauma bagi masyarakat dan anak-anak, tapi juga mengakibatkan proses belajar mengajar yang ada di dalan Desa Pentagen terganggu.

Sepertinya halnya dengan MAN Pentagen yang saat masih diliburkan karena belum ada Satupun siswa dan Guru yang masuk Sekolah.

Kasi Madrasah Kemenag Kerinci, Dafrisman, membenarkan saat ini MAN Pentagen masih di Police Line hingga waktu yang tidak ditentukan. Dikarenakan, masih menunggu kondisi di Desa Pentagen benar-benar kondusif.

"Untuk memulai proses belajar mengajar, kita masih menunggu keputusan rapat masyarakat Desa Pentagen. Karena, takut kejadian serupa kembali terjadi," ujar Dafrisman. (adi)


Berita Terkait



add images