JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jambi menyatakan hanya sebanyak 2.200 nelayan di Provinsi terdaftar asuransi.
Jumlah itu sangat jauh dibandingkan total nelayan yang mencapai 6.000 nelayan yang terdata.
Uzair, Kepala Seksi Kenelayanan dan Usaha Perikanan Tangkap DKP Provinsi Jambi mengatakan, pihaknya terus mensosialisasikan manfaat asuransi nelayan tersebut kesemua nelayan yang ada di empat Kabupaten/Kota di Jambi.
"Dari 6.000 nelayan yang terdata, yang sudah masuk asuransi baru 2.200 nelayan. Memang masih kecil sekali. Kita terus sosialisasikan manfaat asuransi tersebut," katanya.
Uzair menyebutkan, empat kabupaten tersebut yakni Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Batanghari dan Kota Jambi. Umumnya kata Uzair, nelayan yang telah memiliki asuransi itu yakni nelayan laut di Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.
Kendala dilapangan menurut Uzair, adalah ditemui banyak nelayan masih belum mengetahui manfaat dari asuransi nelayan itu, mereka beranggapan ikut asuransi harus terus bayar.
"Tapi terus kita sosialiasikan bahwa menjadi peserta asuransi nelayan pada tahun pertama tidak dibebankan pembayaran, baru tahun kedua itupun tidak besar dan mereka bisa mengklaim jika terjadi kecelakaan diri hingga Rp 180 juta," jelasnya. (aba)
