JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Proses pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) resmi ditutup, pukul 00.00 Wita, tadi malam (15/10). Secara nasional, ada 4 ribu lebih yang mendaftar. Dari jumlah itu, 40 ribu lebih diantaranya berasal dari Sulawesi Tenggara (Sultra).
Daerah paling banyak pendaftarnya adalah Buton Selatan (Busel). Jumlahnya mencapai 8 ribu orang lebih. Informasi itu disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sultra, Nur Endang Abbas. Menurutnya, jumlah tersebut masih bisa berkurang. Sebab, akan ada seleksi berkas.
Hasilnya nanti diumumkan 21 Oktober. Detail masing-masing daerah, saya tidak bisa merinci. Namun, pelamar CPNS terbanyak khusus Sultra ada di Busel, kata Endang Abbas saat dihubungi dari Jakarta, kemarin. Endang menambahkan, hingga Senin (15/10), masih ada pelamar yang belum melengkapi berkas pendaftarannya. Ada juga yang bolak-balik kantor pos mengirim berkas fisiknya.
Detail jumlah pendaftar, baru akan ketahuan setelah pendaftaran ditutup. Besok (hari ini) semua akan ketahuan semua, jelasnya.
Soal kesiapan proses pasca penutupan pendaftaran, Endang mengaku masih terus melakukan komunikasi dengan pihak Panselnas atau BKN. Untuk lokasi tes masih mendapatkan kendala. Pasalnya hampir seluruh daerah nanti akan dipusatkan tesnya di provinsi, tuturnya.
Risiko tinggi dan juga pembiayaan yang cukup besar mengakibatkan sejumlah daerah memilih untuk memfokuskan lokasi tes pada satu titik. Teknisnya seperti apa masih terus dikomunikasikan. Untuk saat ini yang siap baru UPT BKN dan Kota Baubau. Jadi keserentakan sudah tidak bisa lagi. Kita akan menyesuaikan nantinya seperti apa teknisnya. Terlebih dahulu kita laporkan ke pihak SSCN, ungkapnya.
Kepala Biro Humas BKN Moh Ridwan menambahkan, setelah pendaftaran ditutup, dilanjutkan dengan verifikasi berkas. nanti akan diumumkan 21 Oktober mendatang. Soal lokasi tes, dia membenarkan kalau hingga kini belum ada kepastian lokasi tes. Masih belum ada. kami masih akan terus melakukan koordinasi kepada seluruh daerah dan instansi terkait dengan dengan kesiapan lokasi tes, kata Ridwan.
Lanjut Ridwan mengungkapkan, hingga kini tercatat sebanyak 4.349.780 orang telah mendaftarkan diri namun, yang telah menyelesaikan pendaftaran atau pemberkasan telah dirampungkan itu baru 3.213.015 orang. Tapi data itu juga belum final. Kita tunggu setelah proses pendaftaran resmi ditutup malam nanti (tadi malam), terangnya.
Ridwan juga mengingatkan pasca penututpan pendaftaran, para pelamar dapat melakukan pengecekan kembali berkas yang sudah diupload secara online. Pasalnya, masih ada sejumlah berkas para pelamar yang tidak dapat terbaca oleh sistem dikarenakan file yang corrupt. Silahkan login kembali dan melihat status berkas. Berkas yang tak dapat dibaca itu dikarenakan saat proses upload tidak sempurna atau koneksi internet pelamar tiba-tiba mati, ucapnya.
Dibeberapa daerah jumlah pendaftar bervariasi. Di Buton misalnya, jumlahnya mencapai 2.200 orang lebih. Kepala BKD Buton, Zanuriah menyebutkan, jumlah pastinya belum dapat ditetapkan pasalnya pendaftaran ditutup nanti malam (tadi malam,red). Masih bisa bertambah, ujarnya, kemarin.
Menurutnya, perpanjangan waktu penyetoran berkas pendaftaran hingga selasa untuk meringankan para peserta pendaftaran CPNS. Sebab, tidak akan mungkin BKD melakukan penerimaan berkas hingga pukul 00.00, sehingga diperpanjang sampai esok harinya, Selasa (16/10).
Berbeda dengan pendaftaran online lanjut dia tepat pukul 23.59 maka ditutup untuk seluruh Indonesia. Sementara di Konawe Utara (Konut), tercatat ada 3.411 pendaftar. Sejak dibuka pendaftaran 26 September-10 Oktober hingga diperpanjang pendaftaran sampai 15 Oktober. Terhitung hingga pukul 15.00 Wita, posisi pendaftar online telah mencapai 3.411 orang. Bisa saja pendaftar online bertambah, karena batas waktu pendaftar online sampai pukul 23.56 Wita nanti malam (tadi malam,red), kata Kepala BKPSDM Konut, Supardi, (15/10).
Dia menambahkan untuk berkas CPNS yang dimasukan melalui Kantor Pos Wanggudu yang telah diserahkan pada BKPSDM Konut telah mencapai dua ribuan berkas. Artinya, masih ada sekitar seribuan berkas yang masih tertinggal dan belum diinput pada kantor pos yang disebabkan kendala teknis lapangan.
Sudah beberapa hari ini jaringan internet dan lampu sering menjadi kendala. Jaringan internet sering mati, ditambah dengan lampu yang sering padam. Sehingga masih ada berkas yang masih menumpuk dikantor pos, kata mantan Kepala Bappeda Konut itu.
Sementara itu, di Kolaka utara sebanyak 1.980 orang mengajukan lamaran namun yang berhasil menuntaskan pendaftaran hanya 1.903 orang. Plt. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan, Jumadil melalui Kabid Pengadaan Mutasi dan Data, Mansyur saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, berdasarkan data pelamar tersebut terdapat 77 orang tidak mengakhiri pendaftaran. Dari sejumlah formasi yang telah dibuka telah terisi terkecuali empat formasi dokter umum dan dua spesialis mata tanpa peminat.
Pelamar yang tidak mengakhiri pendaftaran itu dikemukakan bermacam faktor mulai dari berkas yang tidak sepenuhnya terunggah hingga tidak mengakhiri pendaftaran itu sendiri sesuai alur dalam artian melangkahi runut tahapan lalu menyudahi proses. Akibatnya, nama pelamar sudah terlebih dahulu terpental sebelum dinyatakan berhasil terdaftar secara online. (b/lyn/yog/mel/hel/rus)
Sumber: www.fin.co.id
