iklan

JAMBIUPDATE.CO , JAKARTA Beredarnya video pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oknum Banser sedang didalami aparat penegak hukum. Untuk itu masyarakat diminta untuk tetap tenang dan jangan terprovokasi.

Hal tersebut disampaikan anggota DPR RI, Moh Nizar Zahro di gedung Parlemen, Jakarta, kemarin (24/10). Dia secara tegas meminta agar aparat kepolisian segera mengusut kejadian tersebut sehingga tidak menimbulkan gesekan yang lebih luas lagi di tengah masyarakat.

Jadi, alangkah sangat eloknya jika kejadian itu kita kembalikan ke proses hukum saja. Artinya, kejadian itu agar direspon secara baik oleh aparat kepolisian dengan memproses setiap laporan yang sudah masuk terkait kejadian tersebut, jelas anggota Fraksi Gerindra ini.

Menurut dia, jika dalam pendalaman aparat tidak ditemukan adanya pelanggaran hukum maka harus disampaikan secara terbuka agar diketahui masyarakat. Dan sebaliknya, jika kejadian itu melanggar hukum harus ditindak.

Jadi, negara kita ini kan negara hukum. Jadi setiap kejadian yang diduga melanggar hukum maka harus ditangani oleh aparat penegak hukum dan harus diproses secara hukum, tegas Moh Nizar Zahro.

Dilanjutkannya, semua pihak yang dilaporkan harus diperiksa secara baik sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Dan kepada pihak-pihak yang dilaporkan agar menyampaikan keterangan secara baik dan sesuai dengan fakta yang ada di lapangan sehingga kejadian ini jangan sampai melebar.

Kami sangat mengharapkan agar aparat penegak hukum supaya bekerja secara transparan dalam kasus ini. Dengan demikian maka tidak akan muncul lagi kejadian lain yang tidak diinginkan oleh kita bersama. Jangan sampau kita diadudomba oleh sesuatu yang dampaknya justru akan merugikan kita sendiri, tegasnya.

Tak lupa, dirinya juga meminta setiap ormas yang ada di negara ini supaya bijak dalam menanggapi setiap kejadian yang terjadi. Semua pihak punya tanggung jawab untuk meredam kejadian yang sudah terjadi. Dengan demikian maka kejadian yang baru saja terjadi itu tidak sampai memecah belah persatuan dan kesatian di negara ini, pungkasnya.

(gat/fin)


Sumber: www.fin.co.id

Berita Terkait



add images