JAMBIUPDATE.CO - Insiden jatuhnya Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan Lion Air di Laut Jawa, Senin lalu (29/1) menyisakan pertanyaan tentang penyebab nahas pesawat yang membawa 189 orang itu. Terlebih, pesawat yang sedang dalam penerbangan dari Bandara Soekarno - Hatta menuju Pangkalpinang itu relatif baru.
Namun, pesawat baru tak serta-merta paling aman. Sejumlah catatan menunjukkan ada sejumlah kecelakaan pesawat baru.
Bagi Lion, bukan kali ini saja pesawatnya yang masih baru mengalami kecelakaan. Pada 13 April 2013, Boeing 737 single aisle milik maskapai berlogo kepala singa terbang itu mendarat di air jelang landasan Bandara Ngurah Rai di Bali.
Badan pesawat yang terbang dari Bandara Husein Sastranegara itu pecah. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu.
Pada 1988, Airbus SE A320 yang sedang unjuk kebolehan pada pameran kedirgantaraan di Prancis juga celaka. Padahal, pesawat itu baru tiga bulan sebelumnya memperoleh sertifikat layak terbang.
Pesawat itu jatuh di pepohonan. Tiga orang tewas akibat insiden tersebut.
Sedangkan pada 1972, DC-10 milik America Airlines yang take off dari Detroit terpaksa mendarat setelah pintu di bagian kargo tiba-tiba terbuka. Padahal, pesawat itu baru setahun dioperasikan.
Beruntung, pilot mampu mendaratkannya secara aman. Para penyelidik menemukan penyebab kecelakaan itu adalah cacat pada desain pintu.(bloomberg/ara/jpnn)
Sumber: www.jpnn.com
