iklan TERJEBAK: Penampakan harimau Sumatera yang terjebak di lorong ruko kawasan pasar Pulau Burung, Kabupaten Inhil, Riau, Kamis (15/11). (Istimewa)
TERJEBAK: Penampakan harimau Sumatera yang terjebak di lorong ruko kawasan pasar Pulau Burung, Kabupaten Inhil, Riau, Kamis (15/11). (Istimewa)

JAMBIUPDATE.CO, -  Setelah tiga hari terjebak, Harimau Sumatera yang berada di kawasan pasar Pulau Burung, Kabupaten Inhil, Riau akhirnya berhasil dievakuasi. Proses evakuasi dilakukan usai tim BBKSDA Riau menembakkan bius yang kedua, Sabtu (17/11) dini hari sekitar pukul 01.48 WIB.

Kepala BBKSDA Riau Suharyono mengatakan, obat bius yang ditembakkan ke harimau tersebut hanya akan bereaksi selama 2 jam. Oleh karena itu, sebelum efek bius hilang pihaknya langsung mengevakuasi harimau tersebut dan memasukkannya ke dalam kandang.

"Harimau Sumatera berhasil tidur. Kita membuka sebagian pondasi ruko untuk bisa melakukan evakuasi. Saat ini harimau Sumatera sudah berada di kandang evakuasi," katanya, Sabtu (17/11) pagi.

Harimau yang diketahui berjenis kelamin jantan itu selanjutnya akan dibawa ke Pusat 
Rehabilitasi Harimau Sumatera (PRHS) di Dharmasraya, Sumatera Barat. "Akan kita bawa ke pusat harimau Sumatera di Dharmasraya, kerja sama dengan yayasan Arsari. Karena itu tempat terdekat untuk dilakukan observasi," sebutnya.

Untuk saat ini, harimau yang diperkirakan berusia sekitar 3 tahun tersebut, masih dalam perjalanan menuju Dharmasraya. Dikawal oleh polisi dan TNI. "Dia dibawa menggunakan speedboat dari Pulau Burung. Kemudian kami akan bawa melalui Tembilahan via darat menuju Dharmasraya," ujarnya.

Sebelumnya, tembakan bius pertama dilakukan oleh tim medis, Kamis (15/11) sekitar pukul 13.00 WIB. Namun ternyata satwa bernama latin Panthera Tigris Sumatrae tersebut berhasil melarikan diri.

Usai penembakan pertama, petugas tak langsung mengevakuasinya. Namun menunggu obat bius itu bereaksi sekitar 30 menit. Akan tetapi, sebelum 30 menit Si Datuk menghilang dari lorong ruko. 

Petugas pun melakukan pencarian selama 2 jam lebih. Akhirnya harimau itu ditemukan di bawah lorong. Tetapi saat itu efek biusnya sudah habis. Kemudian petugas berencana melakukan penembakan bius yang kedua kalinya. Tentunya harus dengan persiapan yang matang. 

Bius yang kedua akhirnya ditembakan setelah 3 hari harimau tersebut terjebak di lorong ruko. Selama itu, petugas memberinya makan daging ayam segar agar dia tak kelaparan. Saat ini, kucing besar itu sudah berhasil diamankan dan ditempatkan di kandang evakuasi.

(ica/JPC)

 


Sumber: JawaPos.com

Berita Terkait



add images