JAMBIUPDATE.CO, Tidak hanya ikan paus, penyu, atau biota laut lain yang mati karena makan kantong plastik. Hewan seperti sapi jantan pun mati karena makan kantong plastik. Dilansir dari South China Morning Post pada Selasa (27/11), perut dan saluran usus sapi yang berada di Pulau Lantau, HongKong tersebut terblokir kantong plastik.
Sapi bernama Billy tersebut biasa tinggal di pantai Hongkong di Pantai Pui O. Ia berusia 8 tahun. Departemen Pertanian, Perikanan dan Konservasi Hongkong mengatakan, pemeriksaan menunjukkan kalau perut dan saluran usus sapi tersebut terblokir kantong plastik.
"Saya percaya tragedi ini terjadi karena orang-orang meninggalkan sampah mereka di pantai," kata Juru Kampanye Greenpeace Chan Hall Sion.Pantai, ujar Chan, adalah daerah berisiko tinggi karena plastik yang dibuang ke tempat sampah dapat dengan mudah tersapu angin dan jatuh daerah sekitarnya.
Halaman penggemar sapi kesayangan Hongkong berjudul Billy, Sapi Pui O yang Legendaris menceritakan sapi itu telah diserang oleh anjing ketika baru berusia beberapa bulan. Ia menjadi terbiasa dengan manusia setelah dirawat kembali oleh dokter hewan dan penduduk Lantau. Kemudian Billy bergabung dengan kawanan kerbau di pantai.
Dalam beberapa tahun terakhir, Billy sering berinteraksi dengan turis yang sering mengunjungi pantai dan tempat perkemahan di sebelahnya. Biasanya, Billy menghabiskan sisa makanan mereka. Billy juga terbiasa diberi makan oleh pengunjung.
"Ini menyebabkan perubahan kebiasaannya untuk mencari makanan. Membuatnya mengira kantong plastik adalah makanan," kata pernyataan AFCD.
"Kami sangat sedih dengan kematiannya. Billy mengajari kami banyak hal," ujar ketua asosiasi Lantau Buffalo Ho Loy, yang telah membantu membesarkan Billy selama bertahun-tahun.
Billy juga membantu mengubah cara orang berpikir tentang ternak. Beberapa penduduk Lantau dulu berpikir bahwa mereka berbahaya dan agresif, tetapi Billy membantu mereka mengubah persepsi itu dengan sikap ramahnya, katanya.
Sementara itu, sekitar 60 dan 80 persen sampah laut yang ditemukan di sepanjang garis pantai, menurut survei dari 34 situs pantai oleh WWF-Hong Kong pada tahun 2015 dan 2016. Sebagian besar dari mereka adalah sekali pakai barang sekali pakai seperti fragmen polystyrene dan plastik pengemasan.
(ina/JPC)
Sumber: JawaPos.com
