iklan Buaya sepanjang 3 meter yang masuk ke saluran irigasi di Desa Talontam, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, ditangkap warga, Minggu (9/12). (Istimewa)
Buaya sepanjang 3 meter yang masuk ke saluran irigasi di Desa Talontam, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, ditangkap warga, Minggu (9/12). (Istimewa)

JAMBIUPDATE.CO, - Sebanyak 5 ekor buaya muara dikabarkan masuk ke permukiman warga. Tepatnya di Desa Talontam, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Satu buaya di antaranya berhasil ditangkap warga setelah terjebak di saluran irigasi.

Buaya keluar dari sarangnya dan masuk ke permukiman pada Minggu (9/12) siang. Warga yang melihat merasa resah dan kemudian menangkapnya bersama-sama. Selanjutnya, warga mengikat tubuh dan menutup mata buaya dengan panjang sekitar 3 meter dengan lakban. Kemudian menyerahkannya ke polsek setempat.

"Tim yang mendapatkan informasi langsung turun ke lokasi. Tiba pada Minggu petang, buayanya langsung di evakuasi dan dititipkan ke Kebun Binatang Kasang Kulim di Kabupaten Kampar," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono, Senin (10/12).

Beberapa pekan terakhir, Sungai Kuantan di Kabupaten Kuansing memang meluap. Penyebabnya adalah intensitas hujan yang cukup tinggi. Selama banjir yang melanda kabupaten tersebut, masyarakat kerap melihat buaya menampakkan diri.

Karena takut akan adanya korban jiwa, akhirnya masyarakat bersama kepolisian setempat akhirnya menangkap dengan alat seadanya. "Ketika pencarian, ada satu buaya yang terperangkap di saluran air. Lalu diikat dan dibawa ke polsek. Jenisnya buaya muara," sebut Suharyono.

Sementara terkait dengan keberadaan buaya lainnya, BBKSDA Riau sudah berembuk dengan masyarakat serta pihak kecamatan dan Polsek Benai. "Sisa buaya lainnya kalau memang ditemukan akan dievakuasi," tuturnya.Dengan kemunculan hewan predator itu, Suharyono mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas. Terutama warga yang berada di bantaran sungai dan saluran irigasi.

Masyarakat juga diminta untuk tidak menangkap buaya dengan alat yang berbahaya. "Buaya termasuk satwa dilindungi. Jadi harus hati-hati. Petugas juga tengah menentukan langkah-langkah evakuasi," tutur Suharyono.

(ica/JPC)

 


Sumber: JawaPos.com

Berita Terkait