Pengamat Politik Jafar Ahmad. Foto : Ist
Pengamat Politik Jafar Ahmad. Foto : Ist

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) disetiap perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) selalu menjadi sorotan. Jelang Pemilu 2019 saja, Bawaslu Provinsi Jambi sudah menerima beberapa laporan soal netralitas ASN.

Pengamat Politik Jafar Ahmad menyampaikan, keterlibatan ASN dalam politik praktis memang sudah terjadi pada setiap Pemilu berlangsung. 

"Kalau ada yang bilang ASN terurama pejabat yang punya kepentingan terkait jabatannya dengan kepala daerah tidak terlibat dalam politik, akan menjadi tidak masuk akal," katanya.

Seperti halnya di Pileg, ada seorang Caleg yang berasal dari keluarga pejabat atau Kepala Daerah. Mereka sudah tentu akan ikut terlibat dimamfaatkam untuk pemenangan.

"Mungkin tidak, seorang Kepala Daerah yang butuh suara banyak tidak memanfaatkan orang yang memiliki potensi untuk mengumpulkan suara, katanya.

Semua itu dikarenakan ASN juga seorang pejabat memiliki banyak pengaruh. Apalagi ASN memiliki kepentingan dengan jabatannya. 

"Kalau ASN harus netral itu soal aturan di perundang-undangan jelas. Kalau secara teoritik, ASN terpaksa ikut ke politik praktis karena sulit mengelak. Sistem kita hampir tidak memungkinkan ASN untuk netral," tukasnya. (cr1)


Komentar

Berita Terkait

Dipo Serap Aspirasi Kelompok Tani

Pimpinan Bawaslu Batanghari Disidang Etik

Kadis Pariwisata Jambi Dipanggil Bawaslu, Soal Apa?

Tak Punya e-KTP, Pemilih Bisa Gunakan Suket pada Pemilu 2019

KPU Provinsi Jambi Data Ribuan Pemilih Khusus

Rekomendasi




add images