Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, menilai lembaga perbankan mulai agresif bermain di bisnis perasuransian. Itu dilakukan dengan memanfaatkan data nasabah untuk bersaing menghadapi perusahaan asuransi lawas.

Darmin mengungkapkan, keberadaan perusahaan asuransi yang menjadi anak usaha bank bukan kebetulan. Namun, pembentukannya untuk mencari dana yang memiliki jangka waktu lebih panjang dari dana simpanan di bank.

"Sekarang ini bank sudah secara cepat masuk ke bisnis asuransi dan berkembang cepat, karena bank mempunyai data bagus," kata Darmin dalam acara Indonesia Insurance Innovation 2019 yang digelar ThinknovateComm dan Majalah Gatra di Jakarta, Jumat (29/3/2019) malam.

Menurut mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu, perusahaan asuransi yang dimiliki bank terbukti berkembang sangat cepat. Misalnya, perusahaan asuransi milik PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI).

Dengan demikian, jelas Darmin, perusahan asuransi yang bukan anak usaha sebuah bank dan sudah lama beroperasi diharapkan segera menghimpun data publik melalui kerja sama dengan perusahaan berbasis teknologi informasi. "Perusahaan asuransi tidak bisa melahirkan inovasi, jika tidak ada data," tegasnya.

Lebih lanjut Darmin menyatakan, guna dapat bersaing di industri perasuransian, maka perusahaan asuransi bisa memanfaatkan data-data yang terhimpun di dalam perusahaan teknologi finansial (fintech). "Perlu diingat, mereka itu mempunyai data yang banyak dan bagus. Ada juga data di BI yang tersimpan pada SID (Sistem Informasi Debitur)," ucapnya.

Dia menegaskan, perkembangan pesat industri fintech karena adanya dukungan big data dengan validitas yang bagus. "Dahulu, ada pencarian data nasabah dengan menanyakan nama asli ibu kandung. Terlihat di SID, banyak nama ibu kandung nasabah bank yang tertera dengan nama Mama," imbuh Darmin.

Dia berharap, industri asuransi harus segera membentuk big data dan menganalisa data yang bisa dilakukan secara digital. Sehingga, jelas Darmin, upaya penghimpunan data secara cepat tidak perlu lagi dilakukan dengan tatap muka atau dengan mengisi formulir secara manual. (mdo)


Sumber: www.indopos.co.id

Komentar

Rekomendasi




add images