Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI Penyerahan pengelolaan aset Pemprov Jambi ke Pemkot Jambi, memasuki babak baru. Pemprov Jambi menyebut ada miskomunikasi dengan Pemkot yang meminta hibah aset. 

Namun, Pemprov hanya meminta Pemkot membantu pengelolaan, bukan beralih status. Bahkan, sejak diwacanakan 2018, pertemuan membahas pengelolaan tiga aset, yakni, Gentala Arasy, RTH Tugu Juang dan Terminal Sijenjang. Bukan hibah.

Khusus dua aset, yakni, Gentala Arasy dan Tugu Juang, yang notabene menjadi objek wisata, kini tampak tak terurus. Fasilitas yang sudah banyak rusak, serta kebersihan tidak ada yang mengurus. Menanggapi hal ini, Sekda Provinsi Jambi M. Dianto, selaku pengelola aset Pemprov Jambi mengatakan, beberapa waktu lalu dirinya sudah menerima surat dari Gubernur Jambi mengenai pelimpahan pengelolaan aset tersebut ke Pemkot Jambi.

Pihak Pemprov melalui dirinya dan Pemkot akan mengadakan pertemuan. Namun, pertemuan itu batal karena ada miskomunikasi antara kedua belah pihak.
Dianto mengatakan, Pemkot Jambi tidak hanya meminta pelimpahan wewenang pengelolaan, melainkan minta aset tersebut dihibahkan ke Pemkot.

Kemarin mau ketemu dengan pihak Pemkot Jambi. Namun Saya dapat informasi dari Asisten III dan Kepala Bappeda, Pemkot ternyata minta dihibahkan, katanya.

Dirinya berfikir selama ini Pemkot meminta pengelolaan saja. Sehingga pihaknya bisa langsung menyetujui. Namun, jika Pemkot meminta aset itu dihibahkan, harus dikaji lagi secara matang.

Kalau hibah, itu panjang lagi urusannya. Saya tidak berani. Kalau kerjasama pengelolaan, itu akan kami berikan. Jangan sampai Pemerintah Pusat menilai bahwa Pemprov tidak mampu. Hanya membangun, lalu dihibahkan, katanya. (aba)


Komentar

Rekomendasi




add images