Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) menggunakan plat hitam di Jalan Sultan Thaha Pasar Jambi, kemarin (13/5). Aktifitas turun naik penumpang berlangung pagi hingga siang. Foto : M Ridwan / Jambi Ekspres
Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) menggunakan plat hitam di Jalan Sultan Thaha Pasar Jambi, kemarin (13/5). Aktifitas turun naik penumpang berlangung pagi hingga siang. Foto : M Ridwan / Jambi Ekspres

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI  Kepadatan pasar Kota Jambi diperburuk dengan adanya terminal bayangan. Ada puluhan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang setiap harinya mangkal di kawasan WTC dan Angso Duo Kota Jambi.

Dinas Perhubungan Kota Jambi kerap melakukan penertiban, dengan penindakan mulai dari gembos hingga tilang. Namun kondisi itu terus berulang. Memang penertiban itu dilakukan tanpa solusi. Para pemilik angkutan tidak disediakan tempat selayakanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Shaleh Rido ketika dikonfirmasi mengaku, aktifitas terminal bayangan di pasar Kota Jambi masih marak. Ada kendala yang menghadang penertiban terminal bayangan tersebut.

Hal itu Terminal type B sijenjang belum difungsikan. Memang sebagian besar AKDP yang mangkal disana merupakan angkutan dari kabupaten tetangga.

Itulah kendala kita, sehingga angkutan tersebut langsung masuk ke dalam kota. Harusnya mereka stay di terminal perbatasan kota, kata Saldo.

Diungkapkannya, untuk penanganan jangka pendek pihaknya masih terus melakukan penertiban. Petugas Dishub setiap harinya melakukan patroli. Kita tetap akan tindak. Kita juga tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi, imbunya. (hfz)


Komentar

Rekomendasi




add images