Sumar Adi Saputra.
Sumar Adi Saputra.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Sejak 2016, Adi merantau dari Muara Bungo ke Kota Jambi untuk mengkikuti tes Tentara. Dua kali ikut tes, tidak lulus. Dia pun terpaksa menjual gitar miliknya untuk modal membuat toko gitar. Kini, Dia sudah memiliki 2 toko dan ratusan koleksi.

ILZA DEARMY DAMTA

MAS
 adi, itulah panggilannya sehari-hari. Orang yang mempunyai sifat yang gigih dan ulet, dengan bermodal percaya diri, saat ini Dirinya telah berhasil membuka dua cabang toko gitar di Kota Jambi.

Alhamdulillah saat ini sudah ada dua cabang toko yaitu di Sipin dan di Arizona, katanya.
Perjuangan Pria kelahiran 11 Maret 1996 ini untuk membuka dua cabang toko ini tidak lah mudah. Butuh sebuah proses dan tentunya kesabaran. Tidak dibiayai oleh orang tua, melainkan dari hasil keringat nya sendiri.

Saya membangun dua cabang toko ini dari hasil kerja keras Saya, dari hasil Saya sendiri. Menabung sedikit demi sedikit dan akhirnya bisa membangun dua cabang toko gitar ini, imbuhnya.

Dia pun mengatakan, keberhasilan Dirinya membuka dua toko gitar saat ini karena memang sudah sejak menempuh pendidikan sekolah Dia menyukai dengan alat musik Gitar.
"Dulunya memang berawal dari hobi sejak sekolah dengan gitar," jelasnya.

Untuk membangun toko ini, Adi mengumpulkan modal dari hasil Ia menjual gitar. Sebelumnya, Mas Adi sempat bekerja di salah satu percetakan, dari gaji pekerjaan sebelumnya Mas Adi juga menyempatkan untuk menyisihkan sebagian rejekinya untuk menabung.

Saya menabung dari hasil kerja Saya, sedikit demi sedikit akhirnya terkumpul, sambungnya.

Pemuda yang asli dari Muaro Bungo ini sudah merantau ke Kota Jambi sejak tahun 2016 untuk mengikuti tes tentara, namun setelah dua kali tes ternyata Adi tidak lulus. 
Ide untuk menjual gitar muncul ketika saat Adi iseng-iseng untuk main gitar dan membeli gitar lewat aplikasi online.
Pertama tujuan Saya ke Jambi untuk tes tentara, tapi sudah dua kali tes dan hasilnya Saya tidak lulus. Namun, ide untuk menjual gitar muncul saat Saya duduk di teras yang waktu itu Saya masih ngekos, tuturnya.

Harga satu gitar besar dengan kualitas terbaik sekitar Rp 400.000 Rp.500.000 ribu dan harga gitar kecil atau gitar lele berkisar Rp 200.000, saat ini Adi mampu menampung 100 stok gitar perbulan.

Kalau harga gitar yang besar antara Rp 400.000 Rp.500.000 dan untuk harga gitar lele sekita Rp.200.000, imbuhnya.
Dengan berbekalan satu gitar, dukungan dari teman-teman dan juga doa, Adi menjadi sosok inspirasi bagi pemuda pemudi di Kota Jambi. Berawal dari modal nekat dan optimis, akhirnya Adi bisa membangun dua cabang toko gitar, dan Mas Adi masih ingin menambah cabang dari toko gitarnya tersebut.
Perjalanan Saya selama ini tidak mudah, banyak orang-orang yang tidak percaya kalau Saya memulai usaha ini dari nol. Berawal dari satu gitar itu Saya juga gak percaya bahwa saat ini Saya mempunyai stok sampai ratusan gitar, itulah kekuatan komitmen dan prinsip Saya, sambungnya.

Mas Adi berpesan kepada seluruh pemuda-pemudi yang ada di Provinsi Jambi ini untuk selalu optimis, tekun, bekerja keras, berkomitmen dan tentunya harus di ikuti juga dengan doa.

Saya berpesan pada pemuda-pemudi Provinsi Jambi untuk teruslah optimis, kerja keras dan doa. Jangan pernah sia-siakan waktu karena kita masih muda, kita masih punya cita-cita, kita harus bahagiakan orang tua. Kalau perubahan bukan berasal dari diri sendiri, terus siapa yang  akan membimbing kita untuk berubah, tuturnya. (***)


Komentar




add images