Sejumlah masyarakat tengah mengantre gas subsidi di salah satu pangkalan di Kota Jambi beberapa waktu lalu. Hal tersebut terus terjadi hampir di setiap pangkalan. Foto : M Ridwan / Jambi Ekspres
Sejumlah masyarakat tengah mengantre gas subsidi di salah satu pangkalan di Kota Jambi beberapa waktu lalu. Hal tersebut terus terjadi hampir di setiap pangkalan. Foto : M Ridwan / Jambi Ekspres

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi menyebut penyaluran gas subsidi 3 kilogram selama ini masih tidak tepat sasaran. 

Karenanya, Pemprov berwacana akan mengusulkan perubahan skema penyaluran subsidi gas kepada masyarakat tidak mampu dengan mekanisme bantuan non tunai (BNT).

Kepala Biro Ekonomi dan SDA Provinsi Jambi Mukhtamar Hamdi mengatakan, usulan itu nantinya akan diajukan secara tertulis oleh Pemprov Jambi kepada Pemerintah Pusat.

"Jadi subsidi itu tidak dilakukan dengan barang, tapi negara memberikan santunan subsidi kepada masyarakat langsung kepada penerima manfaat dalam bentuk bantuan non tunai," katanya.

Dengan diberlakukannya skema seperti itu, Mukhtamar menilai subusidi yang disalurkan pemerintah akan tepat sasaran.

Setiap penerima manfaat akan diberikan santunan uang gas subsidi senilai harga gas 3 kg, atau sebesar Rp 45 ribu per KK setiap bulannya. Sementara gas 3 kg tetap akan dijual dengan harga normal.

"Jadi ngawasinya enak dan bisa dipastikan tidak terjadi penyimpangan," ujarnya. (aba)


Komentar

Rekomendasi




add images