iklan Direktur Pengembangan Usaha LPDB-KUMKM Kemenkop dan UKM Iman Pribadi dalam Seminar Nasional Arah Pembiayaan UMKM Pasca PBl 17/2015 yang digelar Majalah Peluang di Jakarta, Kamis, (28/11).
Direktur Pengembangan Usaha LPDB-KUMKM Kemenkop dan UKM Iman Pribadi dalam Seminar Nasional Arah Pembiayaan UMKM Pasca PBl 17/2015 yang digelar Majalah Peluang di Jakarta, Kamis, (28/11). (dok LPDB KUMKM)

Iman menuturkan, KUR saat ini bunganya sudah cukup rendah yakni sebesar 6 persen. Dengan bunga KUR yang rendah ini, diharapkan menjadi peluang bagi UMKM untuk mengembangkan binisnya dan bisa bersaing.

"Industri seperti perbankan, penjaminan dan lainnya harus bisa berkolaborasi, sehingga produk-produk unggulan bisa berorientasi di pasar global. Integrasi UMKM juga diperlukan agar UMKM bisa punya daya saing dan berorientasi global bagaimana bisa menjadi pemain dunia," ucapnya.

Kolaborasi antara pemerintah, regulator dan pelaku jasa keuangan terus dilakukan, salah satunya dengan mendorong perbankan untuk bisa meningkatkan porsi penyaluran kredit ke sektor UMKM sebesar 20 persen dari total kredit, yang tertuang dalam PBI No 17/12/PBI/2015 tentang pemberian kredit atau pembiayaan oleh bank umum dan bantuan teknis dalam rangka pengembangan UMKM.

Sementara itu, Assistant VP Economic Research BRI A. Eddy Tri Wibowo menambahkan, perbankan masih sangat mungkin untuk dapat tumbuh dari sektor UMKM seperti Bank BRI.

Namun demikian, kata dia, perbankan harus perluas jaringannya. Seperti BRI sendiri yang memiliki jaringan sangat luas untuk mengelola sektor UMKM. BRI memilki jaringan dari sabang hingga merauke.

"BRI mulai bergerak jaringan dari Sabang hingga Merauke. Dengan jumlah tenaga pasar lebih dari 34 ribu orang untuk kerja menggarap segmen UMKM ini. BRU mulai bergerak mulai dari jaringan yang merata. Jadi, bank-bank masih sangat mungkin untuk tumbuh dari sektor UMKM, tapi masalahnya di jaringan. Kalau jaringan luas pasti tercapai," tandas dia.(chi/jpnn)

 


Sumber: www.jpnn.com

Berita Terkait



add images