Ilustrasi.
Ilustrasi. (Net)

JAMBIUPDATE CO, JAKARTA – Perkembangan teknologi militer menjadi perhatian serius Pemerintah Indonesia. TNI diminta berani membangun industri militer berbasis teknologi. Seperti drone, GPS, HT dan Handphone. Khusus drone alias pesawat tanpa awak dianggap sangat penting. Ini setelah Amerika Serikat membunuh petinggi militer Iran, Mayjen Qasem Soleimani, menggunakan drone di Baghdad, Irak, beberapa waktu lalu.

“Drone sudah memiliki daya rusak yang sangat tinggi. Kita tahu sekarang teknologi drone dipersenjatai bisa mengejar tank, kendaraan militer dan menghabisi dari jarak dekat maupun jarak jauh serta tepat sasaran. Saya lihat peristiwa pada 2 minggu atau 3 minggu lalu,” ujar ujar Presiden Joko Widodo dalam rapat pimpinan Kemhan TNI-Polri di Gedung Kemenhan, Jakarta, Kamis (23/1).

Dia meminta TNI harus berani memulai membangun barang industri militer. Sebab, semua yang ada di industri bisnis dimulai dari peralatan militer. Baik GPS, HT, Handphone, drone. “Semuanya dari industri militer. Karena itu, Indonesia harus siap dan berani memulai,” imbuhnya.

Jokowi juga meminta penguatan teknologi pertahanan. Yakni memperkuat teknologi pertahanan disertai pengembangan sistem senjata yang otonom. “Semua ini membutuhkan perencanaan kebijakan alutsista yang tepat. Apakah pembelian ini berguna untuk 20, 30, 50 tahun yang akan datang. Harus dihitung secara detail,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Jokowi kembali menegaskan akan menaikkan usia pensiun anggota TNI. Dari 53 tahun menjadi 58 tahun. Selama ini, usia pensiun anggota TNI diatur berdasar Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Pasal 53 UU menyebutkan prajurit melaksanakan dinas keprajuritan sampai usia paling tinggi 58 tahun bagi perwira dan 53 tahun bagi bintara dan tamtama. Jokowi meminta ada rencana strategis meningkatkan kesejahteraan prajurit. “Ini baik menyangkut penyediaan perumahan, kesehatan, dan tunjangan kinerja,” paparnya.

Kepala Negara juga mengapresiasi prajurit yang bertugas di daerah tersulit. Seperti di daerah perbatasan. “Saya beberapa waktu lalu ke Natuna, ada markas TNl, kompleks perumahan. Pemerintah terus berusaha meningkatkan kesejahteraan prajurit dan pensiunan TNI,” ucapnya.

Terpisah, jubir Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut Kemenhan akan fokus memperkuat choke point atau titik sempit di berbagai wilayah Indonesia. “Pak Prabowo fokus salah satunya penguatan choke point di banyak daerah. Yakni dengan memperbanyak kapal laut, kapal perang, dan kapal lainnya. Tentu ini bukan pekerjaan jangka pendek tapi jangka panjang,” kata Dahnil di kantor Kemenhan, Jakarta, Kamis (23/1).

Selain itu, kerjasama pertahanan dan keamanan juga akan dilakukan di wilayah perbatasan. “Sudah ada feeding dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terkait diplomasi politik perbatasan kita. Ini menjadi catatan untuk pihak Kementerian Pertahanan dan masukan bagi TNI,” jelasnya. (rh/fin)


Sumber: www.fin.co.id

Komentar

Rekomendasi




add images