JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – BWF hingga saat ini belum mengambil keputusan pasti terkait Kejuaraan Bulu Tangkis Asia yang digelar 21–26 April mendatang.
Seperti diketahui, turnamen penutup kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 ini akan digelar di Wuhan, yang merupakan pusat penyebaran virus korona yang sedang mengancam dunia.
Turnamen memang masih sekitar 2,5 bulan lagi. Namun, jika tingkat kegentingannya masih sama (atau bahkan makin tinggi), tentu harus ada solusi.
“Kami tidak mau berandai-andai seperti apa. Kami tunggu saja keputusan dari Badminton Asia maupun BWF,” ucap Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiharto.
Kalau pun turnamen dibatalkan, tentu banyak yang merasa rugi. Apalagi para pemain yang merasa poin kualifikasi Olimpiade-nya belum mencukupi. Kejuaraan Asia bisa menjadi pertolongan terakhir.
Di sisi lain, PBSI juga harus melindungi para atletnya dari kemungkinan tertular virus. Kabidbinpres PBSI Susy Susanti sudah berancang-ancang untuk mundur dari Kejuaraan Asia jika turnamen itu tetap digelar di Wuhan.
“Belum ada keputusan. Tapi, kemungkinan besar akan batal berangkat,” jelas Susy dalam pernyataan pers PP PBSI. “Namun, rasanya akan dipindahkan turnamennya ke negara lain. Karena sangat berisiko sekali. Apalagi, tempatnya tepat di Wuhan,” tambahnya.
Sebelumnya, PBSI telah mengambil langkah konkret soal penyebaran virus korona. Mereka menarik 44 atlet dari Lingshui China Masters 2020 yang sedianya digelar 25 Februari hingga 1 Maret.
Kota Lingshui yang menjadi tuan rumah sebenarnya berjarak jauh dari Wuhan. Sekitar 1.712,7 kilometer. Meski berbeda provinsi dan dibatasi lautan, PBSI tetap tidak ingin ambil risiko.
(jpc/pojoksatu)
Sumber: www,pojoksatu.id
