Wakil Ketua Komisi Hukum MUI Anton Tabah mengatakan pengrusakan rumah ibadah umat Islam di Minahasa Utara membuktikan siapa yang radikal dan intoleran di Indonesia.
Selama ini, kata dia, kelompok umat Islam selalu dicap radikal dan intoleran. Padahal, mereka tidak pernah merusak rumah ibadah agama lain.
“Dari kasus banyaknya rumah ibadah umat Islam dirusak bisa membuka mata pemerintah siapa yang intoleran dan radikal,” kata Anton melalui keterangan tertulisnya, Kamis (30/1) kemarin.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan, Polda Sulut dan Polres Minut telah membentuk tim gabungan untuk menyelidiki pengrusakan musala.
Aparat kepolisian juga, kata dia, telah mengamankan satu orang yang diduga sebagai provakator terjadinya pengrusakan musala.
(one/pojoksatu)
Sumber: www.pojoksatu.id
