Ilustrasi.
Ilustrasi. (Net)

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Angka kemiskinan untuk tahun 2020 ini tampaknya sulit dihitung. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Provinsi Jambi Wahyudin.

Dia mengatakan, pihaknya tak bisa mengukur angka kemiskinan karena koresponden saat ini belum bisa ditemui langsung. Sehingga di Maret ini hanya terealisasi 68 persen untuk koresponden yang bisa dijumpai.

“Masih banyak yang harus dievaluasi, jadi belum bisa dihitung. Kalau tahun lalu per September mencapai 7,51 persen angka kemiskinan di Provinsi Jambi,” sebutnya.

Dengan demikian, pihaknya akan tetap mengelola atau mendata angka kemisikinan di Provisni Jambi pada Maret ini. Nantinya, sampel yang telah diambil di setiap Kabupaten tersebut akan dikirim ke BPS Pusat untuk penentuan angka kemiskinannya.

Selain itu, dirinya berharap akan ada masa perpanjangan waktu untuk pendataan. Meski nantinya angka kemiskinan terdata pada dua bulan, yakni, Maret dan April. Wahyudin menyebut, jika memang nantinya tak bisa digabung maka akan ada pilihan lain.

“Belum tahu nantinya akan digabung atau tidak, kalau memang tidak, nanti di bulan April kita cari datanya untuk di bulan Maret,” tandansya. (aba)


Komentar




add images