Belakangan pelatihan secara online ini menjadi ramai diperbincangkan netizen. Karena salah satu mitra paltform digital adalah Ruang Guru yang notabene salah satu pendirinya saat ini menjadi staf khusus presiden. “Pelatihan secara online senilai Rp 1 juta ini juga masih menjadi tanda tanya besar. Mestinya dengan metode online nilainya bisa lebih murah. Bisa dibayangkan berapa banyak keuntungan yang diperoleh perusahaan platform digital yang jadi mitra pemerintah dengan dengan pelatihan senilai Rp 5,6 tiliun ini. Apakah elok dilakukan dalam kondisi pandemi ini?” terang Sukamta.
Dia mengharapkan Pemerintah lebih fokus mengatasi Corona secepat-cepatnya. Agar dampak sosial dan ekonomi tidak berkepanjangan. Menurutnya berbagai kegiatan pemerintah yang tidak terkait langsung dengan penangan virus Corona semestinnya ditangguhkan. Seperti pembangunan ibukota baru serta berbagai proyek lainnya yang tidak mendesak.
“Kebijakan PSBB yang ditetapkan pemerintah di Jabodetabek dan beberapa daerah sejauh ini kita lihat belum efektif membendung penyebaran virus corona. Ini artinya pemerintah harus segera mencari metode yang lebih efektif untuk mengatasi wabah yang berlangsung. Jadi kondisi seperti ini yang paling mendesak fokus pada dua hal. Atasi secepatnya virus corona dan penuhi kebutuhan pokok masyarakat miskin dan rentan miskin. Soal pelatihan Kartu Prakerja bisa dikerjakan saat krisis virus ini sudah bisa diatasi. Menjadi tidak elok jika perusahaan-perusahaan yang banyak untung di masa sulit seperti ini malah ikut mencari untung lagi dari program pemerintah,” tandasnya. (khf/fin/rh)
Sumber: www.fin.co.id
