“Kalau RPJMN cukup jelas, itu bisa disebut blue print juga. Tapi kan sekarang belum bisa begitu,” terangnya.
Ahmad menambahkan, cetak biru ini merupakan akses awal bagi Indonesia mencapai target mutu pendidikan untuk membuat tata kelola pendidikan yang baik juga bisa digapai.
“Ini kan bagian cita-cita kita juga untuk sumber daya manusia yang unggul. Seperti visi misi bapak Presiden,” pungkasnya. (der/fin)
Sumber: www.fin.co.id
