Petugas baru saja melakukan tes swab kepada seorang warga untuk mengetahui penyebaran virus corona.
Petugas baru saja melakukan tes swab kepada seorang warga untuk mengetahui penyebaran virus corona. ( FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK)

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – Pemerintah Malaysia menyatakan, bahwa lebih dari 70 persen kasus virus corona (Covid-19) impor di negaranya berasal dari Indonesia.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Malaysia, Noor Hisham Abdullah, mengatakan pemerintah telah memberlakukan karantina wajib bagi warga Negeri Jiran yang baru pulang dari luar negeri.

Hisham menyebutkan, sejauh ini ada 12.672 warga Malaysia telah dikarantina dan diperiksa karena baru melakukan perjalanan ke luar negeri. Dari belasan ribu orang itu, pemerintah Malaysia menemukan 139 warganya positif corona.

“99 orang atau 71,22 persen dari 139 warganya yang positif corona itu ternyata baru pulang dari Indonesia,” kata Hisham, Selasa (28/4).

Sementara itu, kata Hisham, 14 warganya kedapatan baru melakukan perjalanan dari Inggris, 13 orang dari Singapura, lima orang dari Turki, tiga orang dari Belanda, dua dari Amerika Serikat, dan masing-masing satu orang dari Thailand, Prancis, dan Bangladesh.

Hisham mengaku, hingga saat ini pemerintah terus berupaya menggunakan berbagai metode dan pendekatan untuk melacak penularan Covid-19 di Negeri Jiran.

“Dengan pendekatan yang ditargetkan, Kemenkes berhasil melacak lebih banyak kasus Covid-19,” kata Hashim seperti dilansir Malaysia Kini.

Hisham menuturkan dari 638 orang itu sebanyak 388 orang atau 61 persen merupakan warga asing dan 250 sisanya merupakan warga Malaysia.

Sementara itu, Hisham menuturkan pemerintah juga memeriksa 6.229 siswa, guru, dan staf sejumlah sekolah agama. Dari ribuan orang itu terdapat 341 orang positif.

“Ini menunjukkan bahwa pendekatan pemeriksaan yang ditargetkan telah menunjukkan hasil yang diinginkan. Diharapkan bahwa hasil ini bisa membatasi penyebaran Covid-19 dalam kelompok-kelompok yang memiliki risiko tinggi,” kata Hisham.

Hisham memperkirakan, bahwa pihaknya akan menemukan lebih banyak kasus positif dalam waktu dekat karena kebijakan pemeriksaan massal terhadap kelompok yang ditargetkan masih berlangsung.

Berdasarkan data statistik Worldometer, Malaysia tercatat memiliki 5.820 kasus corona dengan 99 kematian per Selasa (28/4).

Pada Minggu pekan lalu, Hisham menuturkan pemerintah telah memeriksa 21.466 orang yang berada di wilayah terdampak penguncian wilayah atau lockdown dan menemukan 638 orang positif Covid-19. (der/fin)


Sumber: www.fin.co.id

Komentar




add images