JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi kembali merilis data perkembangan indeks harga konsumen atau inflasi.
Pada April 2020, Kota Jambi mengalami deflasi sebesar 0,66 persen dan Kabupaten Bungo deflasi sebesar 0,29 persen. Laju inflasi tahun kalender Kota Jambi dan Kabupaten Bungo sama, yakni sebesar 0,24 persen. Sedangkan inflasi year on year Kota Jambi sebesar 1,41 persen dan Kabupaten Bungo sebesar 1,51 persen.
Deflasi di Kota Jambi terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada empat kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,03 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,02 persen, kelompok transportasi sebesar 1,26 persen, serta kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,21 persen.
Deflasi di Kabupaten Bungo juga terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada empat kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,69 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,08 persen, kelompok transportasi sebesar 0,65 persen, serta kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,15 persen.
Dalam pembentukan deflasi Kota Jambi sebesar 0,66 persen, andil terbesar adalah dari kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar minus 0,5956 persen, kemudian dari kelompok transportasi sebesar minus 0,1513 persen.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Wahyudin menjelaskan, komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya deflasi Kota Jambi bulan April 2020 antara lain, cabai merah, daging ayam ras, angkutan udara, cabai rawit, beras, bawang putih, dan susu bubuk. Sementara itu, komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya deflasi Kabupaten Bungo adalah cabai merah, daging ayam ras, biaya pulsa ponsel, angkutan udara, bawang putih, telur ayam ras, cabai rawit, dan batu bata/batu tela, pasir dan ikan kembung.
"Kelompok pengeluaran Makanan, Minuman dan Tembakau ini pada April 2020 mengalami deflasi sebesar 2,03 persen atau terjadi penurunan indeks dari 101,95 pada Maret 2020 menjadi 99,88 pada April 2020. Dari tiga subkelompok pada kelompok pengeluaran ini, hanya subkelompok makanan yang mengalami perubahan indeks, yaitu mengalami deflasi sebesar 2,53 persen.
Sedangkan dua subkelompok lainnya, yakni subkelompok minuman yang tidak beralkohol, serta subkelompok rokok dan tembakau tidak mengalami perubahan indeks, yang artinya tidak mengalami perubahan harga," terangnya.
Kelompok ini pada April 2020 memberikan andil/sumbangan deflasi sebesar 0,5956 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi, yaitu cabe merah sebesar 0,4629 persen, daging ayam ras sebesar 0,2973 persen, cabai rawit sebesar 0,0483 persen, beras sebesar 0,0439 persen, bawang putih sebesar 0,0180 persen, dan susu bubuk sebesar 0,0082 persen. (*/azz)
