iklan Trans Siginjai.
Trans Siginjai. (Dok Jambiupdate)

JAMBIUPDATE.COJAMBI - Sepinya penumpang Transiginjai karena wabah Covid-19 belakangan ini, tak membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jambi memilih untuk mematikan operasional bus massal ini.

Kepala Dishub Provinsi Jambi Varial Adhi Putera mengatakan, memang tak ada pilihan untuk menonaktifkan operasional bus, mengingat sektor ekonomi masyarakat ada yang bergantung dengan bus ini.

"Kalau kita matikan betul bus ini, nanti takutnya orang butuh bus untuk aktivitas ekonomi, untuk itu kita tetap dukung  transiginjai beroperasi agar ekonomi masyarakat tak mati," jelasnya.

Ditegaskan Varial, sejauh ini 10 bus transiginjai semuanya  beroperasi. "Tetap operasi tetapi waktu tunggu memang agak lama, namun ini karena bis kita masih sedikit," jelasnya kepada jambiupdate.co, Rabu (27/5).

Dikatakannya, idealnya transiginjai di Jambi harus ada 10 armada tiap koridor. Sedangkan sekarang untuk dua koridor yakni jurusan Kantor Inspektorat- Pijoan, dan Sengeti-Bandara Sultan Thaha masing-masing hanya ada 5 unit Bus Rapid Transit (BRT) ini.

"Tapi yang jelas bus Transiginjai kita sudah mulai langsung beroperasi dua hari setelah Lebaran Idul Fitri lalu," katanya. (aba)


Berita Terkait



add images