2 Warga Muak Kerinci Dikarantina Dipondok Kebun Ukuran 1x1 Meter.
2 Warga Muak Kerinci Dikarantina Dipondok Kebun Ukuran 1x1 Meter. (Gusnadi / Jambiupdate)

JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Sungguh kasian melihat kondisi Dua orang warga Desa Muak, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci, yang terpaksa melakukan karantina mandiri di dalam pondok ladang yang hanya berukuran 1x1 Meter.

Adapun dua warga Muak yang mengisolasi diri di kebun adalah Idlan dan Indri. Mereka merupakan eks Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia yang baru pulang.

Dua warga tersebut dikarantina, setelah dikabarkan orang Empat jenis atau Perangkat Desa setempat meminta mereka isolasi sepulang dari Malaysia, sejak 31 Mei 2020.

Akhirnya, kedua warga Muak tersebut mengisolasi diri di ladang yakni di kebun miliknya, yang jauh dari pemukiman warga di Desa Muak, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci. Lokasi karantina dua warga ini kurang lebih sekitar 1 KM dari desa mereka.

Kasus yang dialami ini menjadi viral di media sosial seperti di Facebook, karena lokasi isolasi yang jauh di dalam ladang dengan sarana yang terbatas yakni tinggal di sebuah gubuk kecil yang berdinding dan beratapkan plastik.

"Benra, mereka pulang dari Malaysia. Sehingga, warga meminta mereka untuk karantina diluar Desa," ujar salah seorang peladang di Muak.

Diceritakannya, bahwa awalnya sepulang dari Malaysia pada 31 Mei 2020 Idlan dan suami sepupu, langsung duduk di sebuah rumah kosong. Tidak berapa lama disana, di masjid sudah diumumkan meminta mereka untuk karantina di luar desa. "Akhirnya, mereka terpaksa mengisolasi diri di kebun," ungkapnya.

Sementara itu Idlan, dikonfirmasi mengakui bahwa sebelum sampai di kampung halamannya di Desa Muak, dirinya dan beberapa temannya sudah menjalani pemeriksaan seperti di Dumai dan pintu masuk ke Kerinci.

"Kita sudah jelaskan tapi mereka tidak percaya. Yang kami heran orang yang baru pulang dari Simpang Parit tidak dikarantina seperti kami," sebutnya.

Ditanya sudah berapa lama mereka mengisolasi diri di hutan dan siapa yang mengantarkan makanan? Idlan mengatakan bahwa mereka sudah lima hari disana dan yang mengantarkan nasi untuk dirinya dan suami sepupunya itu adalah ayahnya.

"Dari tanggal 31 Mei 2020 dan sampai hari ini Kamis (04/06/2020) kami masih disini, jika orang lain yang mengantar nasi kesini akan didenda," ungkapnya.

Idlan berharap tidak ada desa-desa lain di Kerinci yang membuat peraturan seperti itu, cukup kami saja yang seperti ini. "Kita minta ada perhatian dari pemerintah desa untuk memberikan kami sembako atau bantuan lain selama kami mengisolasi diri di hutan ini," pungkasnya.

Sementara itu hingga sejauh ini Kepala Desa Muak, Kecamatan Bukit Kerman belum bisa dimintai keterangan terkait adanya Dua orang warganya yang mengisolasi diri di kebun atau hutan.(adi)


Komentar




add images