Pj Sekda Kerinci, Asraf, bersama dengan Kadis Kesehatan, Kadis Sosial, Camat, Kepala Puskesmas Bukit Kerman, langsung cepat tanggap dengan turun kelapangan yakni melihat langsung kedalam kebun lokasi warga Muak di karantina.
Pj Sekda Kerinci, Asraf, bersama dengan Kadis Kesehatan, Kadis Sosial, Camat, Kepala Puskesmas Bukit Kerman, langsung cepat tanggap dengan turun kelapangan yakni melihat langsung kedalam kebun lokasi warga Muak di karantina. (Gusnadi / Jambiupdate)

JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Setelah mendapat informasi adanya warga Desa Muak, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci, yang terpaksa melakukan karantina mandiri di dalam pondok ladang yang hanya berukuran 1x1 Meter.

Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Pj Sekda Kerinci, Asraf, bersama dengan Kadis Kesehatan, Kadis Sosial, Camat, Kepala Puskesmas Bukit Kerman, langsung cepat tanggap dengan turun kelapangan yakni melihat langsung kedalam kebun lokasi warga Muak di karantina.

BACA JUGA : Selain Mendapat Bantuan, Warga Muak Kerinci yang Dikarantina Juga Dirapid Test, ini Hasilnya...

Pj Sekda Kerinci, Asraf, dikonfirmasi dilapangan mengatakan bahwa setelah mendapat informasi adanya warga Kerinci yang di karantina dipondok kebun. Bupati Kerinci, Adirozal, langsung mengintruksikan agar tim gugus tugas penanganan covid - 19 Kabupaten Kerinci turun kelapangan sekaligus memberikan bantuan.

"Kita ucapkan terimakasih kepada Kades dan Perangkat Desa setempat yang telah mengambil sikap agar warga yang pulang dari zona merah untuk dikarantina sesuai himbauan PemerintH. Ini bukan aib, akan tetapi merupakan anjuran pemerintah yang harus diikuti," ujarnya.

Selain cek kondisi dilapangan, Pemkab Kerinci juga menyerahkan bantuan berupa peralatan tidur dan masak untuk sehari - hari untuk warga Muak tersebut. Ternyata ada Tiga orang warga Muak yang di Karantina di Pondok Kebun yakni Ade, Hendri, dan Madi. Mereka ini merupakan warga asli Desa Muak, yang sepekan lalu pulang dari negri jiran Malaysia.

Pj Sekda juga mengucapkan terimakasih kepada Tiga warga Muak, yang telah menuruti anjuran Pemerintah yakni dengan mau melakukan Karantina. Ini merupakan bentuk kewaspadaan. Jika hasil Rapid Test nya negatif, maka dibolehkan untuk pulang nelakukan isolasi mandiri dirumah.

"Seharusnya mereka sudah berkumpul dengan keluarga, karna sudah lama tidak ketemu. Tapi dengan kondisi saat ini, mereka mentatati peraturan," pungkasnya.(adi)


Komentar

Rekomendasi




add images