iklan Jalan Kawasan Tanah Gambut Paling Dalam.
Jalan Kawasan Tanah Gambut Paling Dalam. (Istimewa)

Diperkiraan total kebutuhan dana perbaikan jalan sekitar 250 Miliar
Pejabat Pembuat Komitmen 1.4, Satker PJN Wilayah I Jambi, Fachmi Fajar Kurniawan, menambahkan, “Menjelang dimulainya kontrak, Kementerian PUPR melakukan penanganan sementara dengan mengerahkan alat berat seperti motor grader untuk meratakan dan merapikan jalan yang bergelombang dan memasang rambu-rambu peringatan agar pengendara lebih berhati-hati ketika melintasi kawasan tersebut,” jelasnya.

Penanganan sementara tersebut, diakuinya tidak akan bertahan lama, terlebih kondisi hujan lebat, dan truk dengan angkutan berat akan mempercepat kerusakan jalan secara berulang, sehingga upaya tersebut dilakukan secara berkala sebagai cara untuk menjaga jalan tetap fungsional.

“Selain menangani segmen rusak berat pada kawasan PT WKS, rencana kontrak tahun jamak, pihaknya juga akan menangani segmen rusak berat dan rusak ringan lainnya, sehingga diharapkan ruas jalan nasional Batanghari II-Zona Lima-Muara Sabak sepanjang 61,8 km di akhir 2021 dalam kondisi mantap.

Sambil menunggu dimulainya kontrak, beberapa lokasi kerusakan jalan yang merupakan titik-titik rawan kecelakaan (blackspot) kami prioritaskan untuk ditangani, seperti di Tanjung Batu, Simpang Talang Babat, Parit Culum, Simpang Rumah Sakit, telah dilakukan penanganan sementara dengan penambalan dengan material batuan (aggregat) yang dilapisi dengan lapis resap pengikat (prime coat).

“Penanganan tersebut menggunakan dana transisi, sebagai strategi dari Kementerian PUPR agar dapat tetap memelihara jalan sebelum dimulainya kontrak bersama Penyedia Jasa. Walaupun permasalahan belum dapat ditangani secara menyeluruh, upaya-upaya sederhana seperti pemasangan rambu-rambu hati-hati diharapkan akan membantu mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melintas segmen jalan yang mengalami kerusakan, dan potensi kecelakaan dapat diminimalisir” tegasnya.

Sementara itu, Iwan, warga yang sering melitasi jalan tersebut mengapresiasai keinginan Kementerian PUPR yang menyoroti pembangunan jalan Provinsi di Kabupaten/ Kota yang ada di Provinsi Jambi, khususnya jalan Lintas Jambi-Tanjung Jabung Timur. “Kami mengapresaiasi rencana itu. Sekarang jalan ke Sabak sudah bagus. Apalagi jalan nasionalnya,” ujar Iwan Kurniawan.

Iwan menambahkan, saat ini masyarakat Tanjabtim sangat terbantu dengan ada jalan lintas zona 5 yang membuat akses masyarakat Tanjabtim lebih dekat untuk ke Kota Jambi. Kami berterimakasih kepada Kementerian PUPR dulu dari Sabak ke jambi sekitar 3 jam sekarang menjadi 1,5 jam, jarak Sabak dan jambi semakin dekat (fth)


Berita Terkait



add images