Akibat jatuh dari motor lalu terkena bedil sendiri, Mandri, seorang warga SAD di Merangin meregang nyawa
Akibat jatuh dari motor lalu terkena bedil sendiri, Mandri, seorang warga SAD di Merangin meregang nyawa (Hadinata / Jambiupdate)

JAMBIUPDATE.CO, MERANGIN - Malang bagi Mandri salah seorang warga Suku Anak Dalam (SAD) yang berdomisili di Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, Merangin. Ia harus meregang nyawa akibat terkena kecepek atau bedil (Senjata Api Rakitan) miliknya sendiri pada Jumat (26/06).

Kejadian bermula pada saat dirinya ditemukan tergeletak di Jalan Lintas Sumatera KM 5 atau tepatnya di Desa Sungai Ulak sekitar pukul 09.30 WIB, dalam keadaan bersimbah darah bersama satu unit sepeda motor dan sepucuk senjata api.

Selanjutnya setelah pihak Kepolisian tiba di lokasi lantas membawa korban menuju RS Kolonel Abundjani Bangko menggunakan kendaraan unit Lakalantas untuk dilakukan visum.

Kapolres Merangin AKBP M Lutfi yang mengatakan, bahwa warga tersebut merupakan SAD dari rombongan Kelompok Temenggung Situmpang dari Desa Sungai Ulak.

“Korban merupakan warga SAD dari kelompok Temenggung Situmpang dari Desa Sungai Ulak, ditemukan tergeletak bersimbah darah di dekat sepeda motornya,” ungkap Kapolres Merangin.

Kapolres Merangin juga menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan saksi di lokasi kejadian korban meninggal akibat terkena kecepek atau bedil miliknya sendiri.

“Berdasarkan keterangan saksi yang mendengar suara dentuman sesaat setalah terjadi kecelakaan dan berdasarkan hasil pemeriksaan korban meninggal setelah kecelakaan dan terkena senjatanya sendiri,” tegas Kapolres Merangin. (wwn)


Komentar

Rekomendasi




add images