iklan massa ANAK NKRI membakar bendera PDIP dalam demo tolak RUU HIP di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2020).
massa ANAK NKRI membakar bendera PDIP dalam demo tolak RUU HIP di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2020). (Net)

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA- Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai, isu komunis yang selalu dibenturkan kapada PDIP itu merupakan propoganda politik yang usang.

Justru isu propoganda tersebut makin membesarkan partai berlambang kepala banteng itu.

“Propaganda ini terbukti gagal. Justru yang terjadi semakin diserang dengan propaganda klasik dengan isu komunis dan sekular, justru semakin membesarkan PDIP,” kata Karyono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/6).

Berdasarkan fakta, kata Karyono, selama pemilu pasca reformasi, partai milik anak presiden Soekarno itu, terbukti 3 kali menang pemilu legislatif daripemilu 1999, 2014, 2019. Padahal selalu diserang dengan isu komunis.

“Partai ini juga 3 kali menduduki jabatan presiden (Megawati 2001 – 2004, Joko Widodo 2 periode) dan 1 kali menduduki wakil presiden di era pemerintahan Abdurrahman Wahid – Megawati,” tandasnya.

Karenanya, tak perlu heran, lanjut Karyono, aksi pembakaran bendera PKI dan PDIP di tengah aksi demonstrasi di depan gedung DPR merupakan bagian dari prodak propaganda politik yang gagal untuk memberikan stigma komunis ke PDIP.

“Semestinya mereka bisa belajar dari realitas agar tidak seperti keledai yang tidak bisa belajar dari kegagalan. Jadi berusahalah untuk cerdas sedikit dengan membuat strategi baru yang lebih terukur, tepat sasaran sehingga bisa efektif dalam menundukkan banteng moncong putih,” sebut pengamat politik tersebut. (fir/pojoksatu)


Sumber: www.pojoksatu.id

Berita Terkait



add images