Ilustrasi.
Ilustrasi. (Net)

JAMBIUPDATE.CO, PALEMBANG – Sepanjang Juni-Juli 2020 ini saja, setidaknya 7 toko Alfamart di Kota Palembang, jadi sasaran perampokan. Modusnya, pelaku mengincar kondisi sepi saat toko baru buka di pagi hari. Pelakunya dua orang, membawa senjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam).

Meski mengenakan helm saat terekam kamera CCTV, namun identitas keduanya akhirnya tetap terlacak Satuan Reskrim Polrestabes Palembang. Bahkan salah satu pelakunya, Didi Setiadi (39), tewas diterjang timah panas saat disergap tim gabungan yang dipimpin Kanit Pidum AKP Robert P Sihombing dan Kanit Tekab 134 Iptu Tohirin, Kamis (9/7) malam.

“Seorang pelaku melakukan perlawanan, sehingga berikan tindakan tegas dan terukur. Ini terpaksa kami lakukan, menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi apa-apa dengan anggota di lapangan,” kata Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji SIK, didampingi Kasat Reskrim AKBP Nuryono SIK MH seperti dikutip dari Sumatera Ekspress (Fajar Indonesia Network Grup), kemarin (10/7).

Satu pelaku lagi, Tri Pamungkas (30) sudah diamankan setelah dicokok di rumahnya, Jl Madang Dalam 2, Lr Makmur 2, Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning. Kata Anom, para pelaku ini pemain lama dan tercatat merupakan residivis pelaku perampokan minimarket di Palembang. “Modusnya kedua pelaku ini menunggu minimarket buka, setelah itu pelaku masuk langsung menodong dan menyandera korban (penjaga toko),” ssebutnya.

Aksi terakhir kedua tersangka, diAlfamart Jl dr M Isa, Minggu (6/7) pagi. Menyekap dua pegawai toko setelah ditodong sajam dan senpi, salah satunya Mauli Pratiwi (22). Pagi itu, pelaku mengambil uang dalam brankas Rp15 juta lebih, dua unit handphone (hp), 9 batang cokelat, dengan total kerugian Rp33 juta lebih. “Sedangkan untuk 7 TKP atau laporan tersebut, kerugian mencapai Rp300 juta,” ulas Anom.

Selain menembak mati tersangka Didi dan mengamankan tersangka Tri, polisi juga menyota sejumlah barang bukti. Seperti sepeda motor Honda Beat yang dikendarai, hasil rekaman CCTV, senpi rakitan dengan 2 butir peluru dan 2 butir selongsong, sajam, dan hp milik korban. “Ini sebagai tindaklanjut dalam upaya kami menekan angka kejahatan di wilayah hukum Polrestabes Palembang,” tegas Anom.

Tersangka Tri Pamungkas, mengaku biasa beraksi sendiri dan pernah bersama Didi Setiadi. Setidaknya sudah 7 kali, terakhir di Alfamart Jl dr M Isa. “Saya yang mengancam korban, Didi yang ambil uang di brankas. Hasilnya kami bagi rata, uangnya sudah habis digunakan untuk penuhi kebutuhan sehari-hari,” tukasnya.

Kepala Perwakilan Alfamart Area Sumsel, Rohman Hasyim SH, mewaliki manajemen Alfamart alut dan mengapresiasi kinerja dari jajaran Polrestabes Palembang, dalam mengungkap kasus ini. “Dari catatan kami, Juni-Juli ini saja sekitar tujuh unit Alfamart di Palembang kerampokan. Modusnya sama, memanfaatkan situasi sepi saat toko baru buka,” ujar purnawirawan polisi itu.

Pelakunya, sambung Rohman, berkisar 1-2 orang setiap kali beraksi. Setelah menentukan target yang akan dicuri, mereka ini langsung turun dari motor dan menodong dan memgancam korban menggunakan sajam yang sudah dibawa sebelum beraksi. “Total dari tujuh unit Alfamart yang dicuri, kerugiannya lebih dari Rp300 juta,” bebernya. (afi/air)


Sumber: www.fin.co.id

Komentar

Rekomendasi




add images