Ilustrasi
Ilustrasi

JAMBIUPDATE.CO, TEBO - Untuk antisipasi kenaikan hutan dan lahan (Karhutla) Polres Tebo telah menetapkan sebanyak 15 titik patroli di seluruh kawasan kabupaten Tebo
Dua di antara Lokasi di Sumay dan Tujuh Kuto, yang berpotensi Karhutla, dimana patroli itu akan selama 30 hari kedelapan dengan titik fokus KM 48 poros. KM 49 polos dan KM 51 Poros.

Selain itu, Tim Satgas Karhutla akan ada yang menjaga kawasan ini rawan karhutla, di sana nanti akan ada personel berkeliling untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

"Seperti perintah pak Kapolda, bahwa kita juga harus memberikan pengertian kepada masyarakat seperti apa membuka lahan dengan cara di bakar, jika kita memberikan pengertian maka masyarakat bisa mengerti." Kata Kapolres Tebo AKBP Abdul Havid Aziz, Sabtu (18/7).

Kapolres Tebo mengajak segenap keseluruhan lapisan masyarakat ikut perduli menjaga dalam kelestarian alam ikut melaksanakan gerakan penghijauan terhadap lahan tidur yang tidak perpenghuni bekas terbakar.

"Gerakan penghijauan sedang berjalan, sejauh ini masyarakat Tebo sudah banyak yang paham akan bahaya karhutla," akunya.

Untuk CCTV asap digital kapolres Tebo menyebutkan bahwa di kabupaten Tebo sendiri ada 5 CCTV yang akan di pasang untuk aplikasi asap digital, dimana bantuan itu sudah sangat membantu kinerja personel yang ada

"Yang jelas Tebo tahun ini harus bebas karhutla, sebab saya punya personel yang bisa dipercaya melakukan pekerjaan yang diberikan, di tambah dengan asap digital, maka kerjanya semakin cepat." tegasnya.(scn)


Komentar




add images