JAMBIUPDATE.CO ,MUARA BUNGO - Sijago merah kembali mengamuk. Kali ini rumah milik Joko, warga dusun Tepian Danto, Kecamatan Jujuhan Ilir, yang dilalap hingga ludes, Senin (20/7) sekitar pukul 09.30 WIB.
Yana, salah satu warga menyebutkan bahwa mobil pemadam sampai ke lokasi kejadian saat api sudah padam. Masyarakat terpaksa berusaha melakukan pemadaman dengan alat seadanya.
"Sudah dihubungi pos Damkar Jujuhan Ilir, tapi mobilnya tidak bisa datang dengan alasan mobil sedang rusak. Karena dipadamkan dengan manual, tidak ada barang berharga milik korban yang bisa diselamatkan ," ucap Yana.
Dikatakan Yana, ketika api sudah datang, baru mobil dan petugas Damkar dari Jujuhan sampai di lokasi. Karena bangunan sudah ludes dan aapi sudah padam, maka masyarakar mengusir mobil dan petugas Damkar tersebut.
"Semuanya bangunan sudah habis baru mereka datang. Mereka datang sekitar satu jam dari kejadian. Kemudian masyarakat mmenolak dengan mengusir petugas dan mobil tersebut ," sebutnya.
Sementara itu, Camat Jujuhan Ilir, Khaidir Yusuf kepada media mengucapkan rasa prihatinnya. Ia menyebutkan dugaan sementara sumber api penyebap kebakaran adalah dari korek api yang dimainkan anak korban.
"Kami atas nama pemerintah Kecamatan Jujuhan Ilir turut berduka atas kebakaran yang melanda rumah Joko anak dari datuk Rio Tapian Danto yang terbakar tadi," ucap Khaidir Yusuf.
Khaidir menyebutkan kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Sebab, seluruh barang yang ada di dalam rumah itu tidak bisa diselamatkan. Termasuk kayu olahan yang berada di bawah rumah.
"Namun kejadian ini sudah kami laporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bungo. Semoga saja nanti ada bantuan yang dapat diterima oleh korban ," sebut Khaidir Yusuf.
Despik selaku ketua regu Damkar Jujuhan mengakui adanya kejadian tersebut. Menurutnya, keterlambatan tersebut dikarenakan faktor jarak antara kecamatan Jujuhan dengan Jujuhan Ilir yang cukup jauh.
"Kami dapat telepon dari warga ada kebakaran di Tapian Danto. Sampai di lokasi kami dihadang oleh warga disuruh pulang daripada kami gebuk masa lebih baik kami putar balik. Kejadian ini sudah kami laporkan ke pimpinan ," sebut Despik.(ptm)
