Selain itu Kementerian ESDM juga telah menginstruksikan PLn terkait mekanisme pelaksanaan pemberian diskon tarif Pelanggan Rumah Tangga, Bisnis dan Industri sebagai bagian stimulus ekonomi.
“Perlu kami sampaikan bahwa bantuan ini bersifat sementara, sebagai wujud kehadiran negara khususnya bagi masyarakat yang paling terdampak akibat pandemi covid-19 ini,” tegas Rida
Keringanan yang telah diberikan antara lain diskon 100% bagi pelanggan rumah tangga daya 450 VA (R1/TR 450 VA) dari April s.d. September 2020, diskon 50% bagi pelanggan rumah tangga daya 900 VA (R1/TR 900 VA) bersubsidi, serta diskon 100% bagi pelanggan bisnis kecil daya 450 VA (B1/450 VA) dan industri kecil daya 450 VA (I1/450 VA) dari Mei s.d.Oktober 2020.
“Pemerintah memperhatikan dampak Covid-19 bagi kehidupan kita. Intinya kita hidup dengan Covid-19 dan dampaknya, pemerintah berupaya memitigasi risiko. Pemerintah berhitung. Untuk masyarakat yang paling terdampak dan berdampak kepada perekonomian nasional negara harus hadir,” pungkas Rida.
Sementara itu, PLN mengklaim ada kenaikan penjualan listrik meskipun di tengah pandemi Covid-19. Lewat laporan keuangan semester 1 tahun 2020, PLN mencatat penjualan listrik naik 0,95% atau 1,129 GWh dari 118,522 GWh pada semester 1 tahun 2019 menjadi 119,651 GWh pada semester 1 tahun berjalan.
Hal ini menjadikan Pendapatan dari Penjualan Listrik PLN masih bertumbuh 1,5% atau Rp1,96 triliun dari Rp133,45 Triliun pada semester 1 tahun 2019 menjadi Rp135,41 triliun pada semester tahun berjalan.
“Semua ini diperoleh dengan tarif tenaga listrik yang tidak mengalami perubahan sejak 2017 . Secara keseluruhan, sepanjang semester 1 tahun 2020, Perseroan mampu membukukan pendapatan usaha Rp139,78 Triliun meningkat 1,6% dibandingkan semester 1 tahun lalu. EBITDA perusahaan semester 1 tahun 2020 senilai Rp35,29 triliun dengan EBITDA Margin sebesar 21,4%.” Ungkap Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Agung Murdifi melalui siaran persnya.
Kata dia, peningkatan penjualan listrik didukung oleh pertumbuhan jumlah pelanggan ,dimana sampai dengan akhir Juni 2020 telah mencapai 77,19 juta atau bertambah sebanyak 3,59 juta pelanggan dari posisi akhir Juni 2019 sebesar 73,6 juta pelanggan. (dal/fin)
Sumber: www.fin.co.id
