JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Pertarungan politik jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi semakin panas saja. Soalnya, hingga saat ini belum ada kandidat yang berada pada posisi aman untuk memastikan tiket dalam perebutan BH 1 Provinsi Jambi.

Al Haris-Sani yang sebelumnya sudah melenggang justru diterpa masalah dualisme kepengurusan partai Berkarya di tingkat pusat. Ini karena posisi Hutomo Madala Putra alias Tommy Soeharto selaku ketua umum digoyang Muchdi PR yang baru saja menerima SK pengesahan kepengurusan dari Kemenkumham.

Itu artinya dukungan yang diberikan kepada Haris-Sani yang diteken Tommy Soeharto bisa dianulir ketika mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Termasuk dukungan Pilkada 5 kabupaten/kota serta seperti Tanjab Barat untuk Muklis Supardi, Sungai Penuh Fikar Azami-Yos Adrino dan Bungo Mashuri-Safruddin Dwi Aprianto (Apri).

Padahal sebelumnya Haris-Sani sudah mencukupi syarat minimal dukungan dengan 11 kursi parlemen untuk maju ditetapkan sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur.  Dukungan itu di peroleh dari 1 kursi Berkarya, 5 Kursi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan 5 kursi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

BACA JUGA: Soal Dukungan Partai Berkarya di Pilgub Jambi, Komisioner KPU:  Kami Mengacu ke SK Menkumham yang Diserahkan ke KPU

Hanya saja Haris-Sani masih memiliki peluang dengan mendapatkan dukungan Partai Amanat Nasional (PAN). Meski belum mengeluarkan rekomendasi, pemilik 7 kursi ini sejak awal digadang-gadang bakal mendukung Haris-Sani.

Sedangkan petahana Fachrori Umar baru mengantongi 9 kursi dukungan dari 2 kursi Hanura dan 7 kursi Gerindra. Fachrori yang Safrial sebagai pendamping masih membutuhkan 2 kursi lagi untuk bisa melenggang.

Namun Fachrori tampak optimis medapatkan didukung PDIP karena bakal menggandeng Safrial yang merupakan kader murni partai. Sayangnya partai besutan Megawati Soekarnoputri ini juga tengah diincar sejumlah kandidat diantaranya CE-Ratu Munawaroh.

Tak tanggung-tanggung, untuk mendapatkan restu Megawati Soekarnoputri, Ratu Munawaroh resmi menjadi kader dan memiliki KTA.

Sementara, pasangan Fasha-AJB sejauh ini sudah mengantongi SK dukungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan 3 kursi dan NasDem 2 kursi. Untuk mengamankan tiket, Fasha-AJB harus mendapatkan tambahan perahu dukungan dengan getol memperebutkan Demokrat, mengingat AJB menjadi satu-satunya kader Demokrat yang ikut ambil bagian dalam kontestasi ini. Hanya saja, Fachrori masih tetap berupaya mendapatkan Demokrat.

Tim Pemenangan Haris-Sani, Hasan Mabruri (HMB) mengatakan, bahwa pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah politik untuk mengantisipasi hal tersebut jauh sebelumnya. ‘‘Langkah-langkah antisipasi sudah disiapkan jika terjadi hal-hal di luar dugaan kita,’‘ katanya saat dikonfirmasi harian ini, Rabu (5/8) kemarin.

Pria yang akrab disapa Bohok ini menegaskan, pihaknya tetap optimis membawa Al Haris dan Abdullah Sani mendaftar di KPU pada saatnya nanti.  ‘‘Wo Haris tidak akan goyah, kita punya langkah-langkah lain untuk mengantisipasi. Intinya sekarang ini untuk tim terus bergerak dan jangan terjebak,’‘ ungkapnya.

Ketua DPW Partai Berkarya Provinsi Jambi, Ambiar Usman, mengatakan, bahwa saat ini pihak tengah menelusuri kebenaran SK Kemenkumham terkait pengesahan kepengurusan Muchdi PR.  ‘‘DPP lagi menelusuri kebenaran itu saat ini,’‘katanya.

Menurutnya, Tommy Soeharto tidak akan diam karena sangat dirugikan secara material. Apalagi Tommy sebelumnya tidak menyetujui Munaslub tersebut. ‘‘Secara prosedural, secara AD/ART bertentangan. Karena hak beliau (Tommy, red) tentu dalam hal ini tersisihkan,’‘ jelasnya.

Meski benar adanya SK Pengesahan Kepengurusan dikeluarkan Kemenkumham, Tommy Soeharto akan menggugat hal ini. Ini akan berbuntut panjang dan tidak semudah itu. ‘‘Kalau benar, nanti tentu akan menggugat  Tentu akan panjang, kita tunggu saja informasinya,’‘ tegasnya.  (wan)

 


Komentar

Rekomendasi




add images